Balikpapan, Borneoupdate.com – Aspirasi pembentukan panitia khusus (Pansus) DAS Ampal terus menguat. Pasalnya proyek ini menuai sorotan dari semua pihak. Mulai dari progres kerja yang tidak sesuai. Hingga masyarakat yang terkena dampak dari kegiatan PT Fahreza Duta Perkasa.
Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Syukri Wahid mengatakan rekomendasi pemutusan kontrak kerja sudah sejak lama dibuat. Permintaan itu disampaikan kepada pihak Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pekerjaan Umum sebagai pemberi pekerjaan. Namun hingga kini belum ada tindakan resmi dari pihak pemerintah.
“Jadi kalau saya. Dari pada kita beresiko yang harus dipikul masing-masing. Pihak pengawas kan sudah menyampaikan soal kontraktor DAS Ampal ini. Sampaikan saja kontraktor tidak sanggup walaupun pahit,” ujarnya, Kamis (13/04).
Menurut Syukri, secara yuridis kota ini sudah memiliki aturan pengadaan barang dan jasa. Payung hukum ini memuat klausul yang menyebutkan setiap perusahaan wajib mematuhi kontrak kerja. Namun faktanya hingga bulan Februari lalu prosentase di lapangan masih di bawah target.
“Kalau saya dokter. Ada tindakan perawatan yang saya anggap harus cepat. Saya berkali-kali ganti obat dalam perawatan gigi dan ini sudah pasti tidak bisa. Ya saya lakukan amputasi gigi dari pada tunggu rusak lebih banyak,” tuturnya lagi.
Pihak dewan, tambah Syukri, terus memantau perkembangan kegiatan proyek ini. Termasuk adanya usulan pembentukan Pansus terhadap proyek DAS Ampal kepada unsur pimpinan dewan. Meski hingga kini usulan tersebut belum mendapatkan persetujuan resmi secara kelembagaan.
“Karena itu menurut saya. Opsinya kan ada putus kontrak atau melihat kesanggupan kontraktor. Saya dan teman-teman ini sudah mengusulkan pansus. Saya pribadi ingin pansus. Supaya lebih jauh meneropong. Ini masalahnya di mana,” tandasnya. (FAD)
Discussion about this post