Samarinda, Borneoupdate.com – DPRD Kota Samarinda mendukung penuh realisasi proyek pembangunan terowongan Gunung Manggah. Proyek senilai Rp 395 miliar ini bakal berjalan dengan sistem tahun jamak (multiyears contract). Di mana keberadaan terowongan ini nantinya akan menghubungkan antara ruas Jalan Sultan Alimuddin ke Jalan Kakap, Kecamatan Samarinda Ilir.
Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Joni Sinatra Ginting mengatakan proyek ini akan mengurai kemacetan kendaraan di sejumlah titik. Terutama saat jam sibuk di pagi dan sore hari. Untuk itu, para wakil rakyat memberikan apresiasi pada pembangunan jalan terowongan pertama di Kaltim ini.
“Langkah ini menjadi antisipasi pertambahan jumlah penduduk Samarinda yang diperkirakan akan menggunakan jalan yang lebih ramai, seperti mengatasi kemacetan jalan hingga memperpendek jarak transportasi warga,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (24/01).
Selain itu, pembangunan tersebut sambung Joni Sinatra Ginting, akan sangat berdampak positif sebagai pengurai kemacetan dan memberikan mempermudah transportasi yang selama ini di Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista), termasuk Pasar Sungai Dama yang posisinya menanjak.
“Pembangunan terowongan ini sangat penting sebagai bagian dari antisipasi pertambahan jumlah penduduk dan meningkatnya jumlah kendaraan di Samarinda di kemudian hari,” bebernya.
Legislator Kota Tepian ini berharap, proyek tersebut dapat rampung sesuai dengan perencanaan, yakni 18 sampai 22 bulan atau pada tahun 2024 mendatang.
“Saya apresiasi langkah wali kota dan harapannya dalam dua tahun ini terowongan ini bisa segera diselesaikan,” ucapnya.
Ia juga berharap, Kota Samarinda dapat semakin mengalami peningkatan, dalam segi infrastruktur kota hingga Sumber Daya Manusia (SDM) dengan meningkatnya kemudahan berlalu lintas, khususnya angkutan barang dan jasa.
“Pembangunan ini akan kami dukung selama itu untuk kepentingan masyarakat. Karena pembangunan itu harusnya untuk mensejahterakan,“ tegasnya. (IAN/adv)
















Discussion about this post