Balikpapan, Borneoupdate.com – Kegiatan karyawisata (studi tur) oleh sejumlah sekolah mendapatkan perhatian dari pihak pemerintah. Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan secara resmi sudah mengeluarkan surat edaran. Isinya melarang kegiatan karyawisata keluar daerah bagi pihak sekolah dan peserta didik.
Kebijakan ini mendapatkan dukungan dari anggota DPRD Kota Balikpapan, Asep Ahmad Sapturi. Dirinya meminta semua pihak bisa mendukung adanya surat edaran tersebut. Mengingat musibah lalu lintas yang terjadi di berbagai daerah sudah cukup menjadi peringatan. Karena korbannya mayoritas masih berstatus pelajar.
“Disdik sudah betul itu. Kan sifatnya pencegahan. Masa menunggu kejadian baru ada bersikap. Ini sudah bagus dengan dengan keluarnya Surat Edaran (SE) larangan peserta didik studi tur ke luar daerah,” ujarnya, Kamis (06/06).
Di sisi lain, lanjut Asep, kegiatan karyawisata keluar daerah memiliki dampak bagi orang tua. Khususnya biaya yang menambah beban pengeluaran keluarga. Apalagi kondisi perekonomian setiap mereka tidaklah sama. Beda halnya pada orang tua yang mungkin tidak memiliki masalah dari sisi keuangan.
“Ini bagian dari antisipasi pemerintah agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Kan itu juga menambah beban biaya bagi orang tua yang ekonominya pas-pasan. Sementara anaknya malu jika tidak bisa ikut karyawisata,” tuturnya lagi.
Asep menyarankan kegiatan karyawisata yang berbasis pengenalan lingkungan setempat. Seperti kegiatan budaya warga Kota Balikpapan maupun pelatihan karakter siswa. Karena pembiayaannya bisa menggunakan anggaran operasional sekolah tanpa membebani orang tua.
“Di satu sisi memang ada manfaatnya. Tapi ada beban juga bagi orang lain. Prinsipnya saya setuju dengan SE yang ada. Perlu ada jalan tengah dari sekolah soal karyawisata. Mungkin bikin kegiatan yang mengarah pada kegiatan luar kelas berbasis karakter,” tambahnya. (SAN)
















Discussion about this post