Balikpapan, Borneoupdate.com – Masalah stunting di Indonesia, termasuk di Balikpapan, membutuhkan perhatian khusus dari semua pihak. Posyandu merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat. Pihak DPRD menginginkan fasilitas ini mampu untuk memberikan edukasi dan pelayanan kesehatan bagi anak-anak dan ibu hamil.
Sekretaris Komisi IV DPRD Balikpapan, Muhammad Hamid menyebut pentingnya upaya pencegahan stunting yang melibatkan masyarakat. Salah satunya melalui Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang ada di setiap RT. “Meningkatkan peran Posyandu adalah salah satu langkah strategis dalam menangani masalah stunting di kota minyak,” ujarnya, Selasa (26/11).
Dalam upaya itu, lanjut Hamid, posyandu tidak hanya fokus pada sosialisasi tetapi juga pada program-program konkret. Kegiatan di Posyandu, seperti pemeriksaan kesehatan rutin dan pemberian makanan tambahan sangat diperlukan untuk menanggulangi masalah gizi buruk yang dapat menyebabkan stunting. Masyarakat diharapkan untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan ini agar bisa mendapatkan manfaat secara langsung.
“Kami berupaya agar pencegahan stunting dapat dilakukan secara menyeluruh. Salah satunya pada program pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri. Ini penting untuk meningkatkan kesehatan mereka yang nantinya akan menjadi ibu,” lanjutnya.
Selain itu, menurut Hamid, pihaknya mendukung kebijakan Dinas Kesehatan Kota Balikpapan untuk intervensi gizi bagi ibu hamil. Dalam program ini, ibu hamil akan menerima suplemen besi folat, serta pemeriksaan kesehatan berkualitas. Hal ini bertujuan untuk memastikan ibu hamil mendapatkan asupan gizi yang cukup, sehingga dapat melahirkan anak-anak yang sehat dan terhindar dari stunting.
“Penting bagi kami untuk memastikan setiap ibu hamil mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan. Banyak temuan yang menunjukkan ibu hamil mengalami kondisi kurang energi kalori. Itu kan berpotensi mengakibatkan anak lahir dalam keadaan stunting,” tuturnya lagi.
Dari peran aktif Posyandu, tambah Hamid, dukungan DPRD serta intervensi dari Dinas Kesehatan, diharapkan stunting di Balikpapan dapat ditekan secara signifikan. Termasuk kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai lembaga, diharapkan upaya ini dapat memberikan hasil yang positif dalam pencegahan stunting di Balikpapan. (Adv/SAN)
Discussion about this post