Minggu, 11 Oktober 2026
  • Home
  • News
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sosial
    • PLN
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Samarinda
    • PPU
    • Paser
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Timur
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Barat
    • Mahakam Ulu
  • Politik
    • DPRD Balikpapan
    • DPRD Samarinda
    • DPRD PPU
    • DPRD Paser
    • DPRD Berau
    • DPRD Bontang
    • DPRD Kutai Timur
    • DPRD Kutai Kartanegara
    • DPRD Kutai Barat
    • DPRD Mahakam Ulu
  • Teknologi
  • Sport
  • Travel
  • Rubrik
    • Editorial
    • Opini
    • Sketsa
    • Feature
No Result
View All Result
Borneo Update
  • Home
  • News
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sosial
    • PLN
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Samarinda
    • PPU
    • Paser
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Timur
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Barat
    • Mahakam Ulu
  • Politik
    • DPRD Balikpapan
    • DPRD Samarinda
    • DPRD PPU
    • DPRD Paser
    • DPRD Berau
    • DPRD Bontang
    • DPRD Kutai Timur
    • DPRD Kutai Kartanegara
    • DPRD Kutai Barat
    • DPRD Mahakam Ulu
  • Teknologi
  • Sport
  • Travel
  • Rubrik
    • Editorial
    • Opini
    • Sketsa
    • Feature
No Result
View All Result
Borneo Update
No Result
View All Result
Home Teknologi

SENI MENYELAMATKAN CALEG GAGAL INI : Perjalanan Agus Priyanto Menemukan Harapan Lewat Lukisan

admin@borneo19 by admin@borneo19
15/05/2025
in Teknologi
A A
0
SENI MENYELAMATKAN CALEG GAGAL INI :  Perjalanan Agus Priyanto Menemukan Harapan Lewat Lukisan
Share on FacebookShare on Twitter

Agus Priyanto awalnya lebih dikenal sebagai pegawai kantoran yang memiliki jiwa sosial tinggi terhadap sekitarnya. Ketika hidup kemudian menghantam nasibnya hingga berkeping-keping, Agus Priyanto tak pernah menyangka ia menemukan dirinya kembali lewat seni.

Bagaimana seni dapat membuatnya bangkit, bahkan menjadi praktisi terapi seni hingga hari ini?

Jatuh Karena Gagal Nyaleg

Agus Priyanto memulai kariernya sebagai pegawai kantoran di sebuah perusahaan swasta. Di luar jam kerja, ia aktif mengajar mengaji untuk anak-anak dan orang dewasa di lingkungan sekitarnya. Keterlibatan sosial ini menumbuhkan kepercayaan dan dukungan dari warga, yang kemudian mendorongnya untuk maju sebagai calon legislatif di tingkat kota.

Atas desakan tersebut, pada tahun 2019 Agus akhirnya mencoba peruntungannya sebagai calon anggota DPRD Kota Surakarta. Ia membawa idealisme dan pengalaman sosial dari aktivitas mengajar mengaji, berharap dapat mengubah lebih banyak hal lewat jalur kebijakan. Tapi harapan itu kandas—ia gagal terpilih.

Rasa malu dan kecewa menjelma menjadi tekanan yang luar biasa. Sebab modal yang kandas, rumah harus dijual, bahkan ia terpaksa menitipkan anak-anaknya ke mertua.

Agus menutup diri dari pergaulan, tak mau bertemu teman, takut dianggap meminta hutang/bantuan sebab kini ia dikenal sebagai “caleg gagal”. Ia bahkan mengalami insomnia berat.

“Saya pikir, kenapa cuma gagal nyaleg bisa sampai stres berat? Tapi ternyata memang bisa, dan saya mengalaminya sendiri,” kisahnya mengenang masa lalu.

Suatu malam, dalam keheningan dan kecamuk batin, Agus mengambil air wudhu, shalat tahajud, lalu melukis secara impulsif. Masih segar di ingatannya, ia hanya mencorat-coret apapun yang sedang ia rasakan dengan cat minyak berwarna hitam.

Satu jam melukis, Agus menyadari satu hal yang lama hilang dari batinnya tiba-tiba muncul begitu saja: ketenangan.

Melukis yang Menyelamatkan

Sejak malam itu, melukis menjadi jalur pulang. Bukan untuk membuat karya indah, tapi untuk mengurai kusut di dalam hati.

Dengan melukis, Agus merasakan dirinya hadir di masa kini. Ia tak lagi dihantui masa lalu atau kecemasan akan masa depan. Melukis menjadi bentuk kehadiran paling utuh.

Agus lebih dalam mempelajari mengenai seni melukis meditatif. Fokus bukan pada hasil, tapi pada proses. Bukan soal indah atau tidak, tapi soal apakah kita mampu mengenali dan menerima apa yang muncul di sana.

Melalui proses inilah, perlahan Agus bangkit. Anak-anaknya tumbuh. Salah satu di antaranya lulus wisuda, dan kepercayaan dirinya ikut tumbuh kembali. Kali ini, ia tidak hanya kembali ke dunia, tapi membawa cara baru untuk menyembuhkan orang lain: seni.

Soul Release Art: Terapi dari Jiwa untuk Jiwa

Pengalaman batin itu ia rumuskan menjadi metode yang kini dikenal sebagai Soul Release Art Therapy. Metode ini menggunakan medium melukis sebagai jalan untuk:

melepaskan emosi terpendam,

menyembuhkan trauma batin,

dan menemukan kembali kedamaian diri.

Dalam praktiknya, terapi seni menjadi ruang ekspresi non-verbal. Khususnya untuk mereka yang sulit atau enggan bercerita. Melalui warna, tekstur, dan bentuk, seseorang dapat mengeluarkan rasa yang selama ini tak bisa dituturkan.

“Kadang, gambar bisa bicara lebih banyak dari seribu kata,” ujar Agus.

Agus mencontohkan bagaimana seni lukis telah menjadi saluran ekspresi jiwa bagi banyak seniman besar. Salah satunya adalah Van Gogh, yang justru menemukan kekuatan melukis saat menjalani rehabilitasi mental di rumah sakit. Atau bagaimana anak-anak lebih mudah menceritakan orang tua yang bercerai/meninggal melalui gambar dan lukisan.

Dari pengalamannya sendiri, Agus menilai bahwa proses melukis mampu memberikan rupa bagi segala beban hatinya, membantunya lebih tenang dan berpikir lebih jernih.

Kini ia tahu: seni bisa menjadi jembatan jiwa.

Membaca Jiwa Lewat Warna

Agus mendalami psikologi di balik tiap coretan dan warna. Ia bisa melihat kemarahan, ketakutan, bahkan kehilangan dalam gambar. Baginya, pensil, kuas, bahkan clay bisa menjadi medium terapi yang efektif menyesuaikan dengan kebutuhan setiap orang :

Pensil: untuk mengurai cerita yang butuh struktur dan kedalaman,

Kuas dan cat: untuk relaksasi dan aliran rasa,

Clay: untuk sentuhan sensori dan pemrosesan emosi lewat sentuhan.

Art therapy bekerja lintas usia: dari balita yang belum lancar bicara, hingga lansia yang menyimpan trauma lama. Karena yang dibutuhkan bukan banyak bicara, tapi kesediaan untuk hadir dan membuka diri, sehalus apa pun.

Bukan Hiburan, Tapi Harapan

Sayangnya, banyak yang masih melihat terapi seni sebagai kegiatan menyenangkan belaka. Padahal, di dalamnya ada proses mendalam: rekonstruksi emosi, penerimaan luka, hingga pemberdayaan diri.

“Banyak trauma yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Lewat seni, kita bisa memilih apa yang ingin kita buka tanpa paksaan, tapi tetap berprogres untuk pulih,” jelas Agus.

Hari ini, Agus masih melukis. Masih mendampingi. Masih membuka ruang bagi siapa pun yang merasa kehilangan harapan. Karena ia tahu, harapan itu bisa dilahirkan ulang dari satu warna, satu goresan, dan satu keberanian untuk mulai membuka diri lagi.

Dan semua itu, dimulai dari malam gelap yang sunyi. Ketika satu kuas menyentuh kertas kosong. Dan jiwa, akhirnya menemukan jalannya pulang.

Related Posts

PLN Perkuat Koordinasi Pemulihan Listrik

PLN Perkuat Koordinasi Pemulihan Listrik

10/10/2026
Tingkatkan Produktivitas, KPB Gelar SEBUSE

Tingkatkan Produktivitas, KPB Gelar SEBUSE

10/10/2026
Layani Perbatasan, PLN Andalkan PLTS

Layani Perbatasan, PLN Andalkan PLTS

08/10/2026
Diskominfo Perkenalkan Gratispol Internet Desa

Diskominfo Perkenalkan Gratispol Internet Desa

08/10/2026
Next Post
Luncurkan Vivobook S14, Ini Tawaran ASUS

Luncurkan Vivobook S14, Ini Tawaran ASUS

Ikuti Kami

Ikuti Kami

Recommended

PLN Perkuat Koordinasi Pemulihan Listrik

PLN Perkuat Koordinasi Pemulihan Listrik

10/10/2026
Tingkatkan Produktivitas, KPB Gelar SEBUSE

Tingkatkan Produktivitas, KPB Gelar SEBUSE

10/10/2026
Layani Perbatasan, PLN Andalkan PLTS

Layani Perbatasan, PLN Andalkan PLTS

08/10/2026
Diskominfo Perkenalkan Gratispol Internet Desa

Diskominfo Perkenalkan Gratispol Internet Desa

08/10/2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
PEMPROV KALTIM MASUKKAN BALIKPAPAN KE ZONA HITAM

PEMPROV KALTIM MASUKKAN BALIKPAPAN KE ZONA HITAM

30/06/2020
TELUR REBUS SEPERTI APA YANG ANDA SUKA, SETENGAH MATANG ATAU PADAT KENYAL?

TELUR REBUS SEPERTI APA YANG ANDA SUKA, SETENGAH MATANG ATAU PADAT KENYAL?

21/08/2020
CIPTAKAN LINGKUNGAN SEKOLAH YANG HIJAU DAN ASRI,SMP NEGERI 22 TANAM BERBAGAI JENIS PEPOHONAN

CIPTAKAN LINGKUNGAN SEKOLAH YANG HIJAU DAN ASRI,SMP NEGERI 22 TANAM BERBAGAI JENIS PEPOHONAN

18/01/2020
PEMKOT PERTIMBANGKAN RAPID ANTIGEN

PEMKOT PERTIMBANGKAN RAPID ANTIGEN

18/12/2020
HARI BHAYANGKARA, NASI TUMPENG UNTUK KAPOLRESTA

HARI BHAYANGKARA, NASI TUMPENG UNTUK KAPOLRESTA

0
Pasca Libur Lebaran, Pemerintah Kota Balikpapan Melaksanakan Halal Bihalal

Pasca Libur Lebaran, Pemerintah Kota Balikpapan Melaksanakan Halal Bihalal

0
Persiba Balikpapan Resmi Launching

Persiba Balikpapan Resmi Launching

0
Halal Bihalal Lintas Agama

Halal Bihalal Lintas Agama

0
PLN Perkuat Koordinasi Pemulihan Listrik

PLN Perkuat Koordinasi Pemulihan Listrik

10/10/2026
Tingkatkan Produktivitas, KPB Gelar SEBUSE

Tingkatkan Produktivitas, KPB Gelar SEBUSE

10/10/2026
Layani Perbatasan, PLN Andalkan PLTS

Layani Perbatasan, PLN Andalkan PLTS

08/10/2026
Diskominfo Perkenalkan Gratispol Internet Desa

Diskominfo Perkenalkan Gratispol Internet Desa

08/10/2026
Borneo Update

Kami merupakan media online dimana fokus utama kami menyajikan informasi berimbang, terpercaya dan terupdate khususnya untuk masyarakat Kalimantan, umumnya untuk masyarakat indonesia. melalui PT. Digital Nusantara Bersatu kami berusaha menjadi media terbaik di Kalimantan.

Instagram Feed

    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Jam Layanan & Info

BALIKPAPAN : JL. SYRIFUDDIN YOES RT.11 KOMPLEKS RUKO 3 – 4 SEPINGGAN, BALIKPAPAN – KALIMANTAN TIMUR 76115
( 0542 ) 8520747 / 081268005887
redaksi@borneoupdate.com
Senin - Jumat : 08.00 - 17.00
Sabtu : 08.00 - 13.00

Trending News

Kenapa Sambungan Rel Kereta Api Harus Ada Celah? Ini Penjelasannya
Teknologi

Kenapa Sambungan Rel Kereta Api Harus Ada Celah? Ini Penjelasannya

07/08/2025
  • Kontak
  • Iklan dan Advertorial
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Struktur Organisasi

© 2021 PT. Digital Nusantara Bersatu

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sosial
    • PLN
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Samarinda
    • PPU
    • Paser
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Timur
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Barat
    • Mahakam Ulu
  • Politik
    • DPRD Balikpapan
    • DPRD Samarinda
    • DPRD PPU
    • DPRD Paser
    • DPRD Berau
    • DPRD Bontang
    • DPRD Kutai Timur
    • DPRD Kutai Kartanegara
    • DPRD Kutai Barat
    • DPRD Mahakam Ulu
  • Teknologi
  • Sport
  • Travel
  • Rubrik
    • Editorial
    • Opini
    • Sketsa
    • Feature

© 2021 PT. Digital Nusantara Bersatu