Balikpapan, Borneoupdate.com – Puluhan anak dari berbagai kecamatan di Balikpapan menunjukkan antusiasme tinggi dalam kegiatan “Kumpul Bareng Forum Anak Balikpapan” (KbFA) yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan, Ahad (13/07) di Kantor Kelurahan Karang Rejo.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi anak-anak se-Balikpapan, melainkan menjadi ruang edukasi penting dalam membentuk karakter pelopor dan pelapor. Melalui tema “Latih Mitigasi Kebencanaan dan Cegah Paham Radikalisme melalui Peran Pelopor dan Pelapor,” DP3AKB menanamkan nilai-nilai kesiapsiagaan sekaligus kewaspadaan pada generasi muda.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya jadi penerima informasi, tetapi juga aktif menjadi agen perubahan di lingkungannya. Mereka harus peka terhadap potensi bencana dan mampu mengenali serta menolak paham-paham ekstrem sejak dini,” ujar Umar Adi, Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3AKB.
Menurut Umar, peran anak sebagai pelapor sangat penting ketika mereka melihat tindakan kekerasan, perundungan, atau gerakan yang mengarah pada radikalisme. Anak-anak yang tergabung dalam forum ini akan menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menjaga lingkungan sosial yang aman dan sehat.
“Kami melatih mereka untuk peduli, bukan sekadar tahu. Anak-anak harus berani menyuarakan yang benar. Termasuk jika melihat temannya mulai terpengaruh konten radikal di media sosial. Karena itu perlu pengetahuan terlebih dulu,” lanjutnya.
Peserta kegiatan ini, lanjut Umar, berasal dari Forum Anak Kecamatan Balikpapan Kota, Balikpapan Tengah, serta perwakilan komunitas anak tingkat kelurahan. Mereka mengikuti serangkaian pelatihan, simulasi mitigasi bencana, dan diskusi kelompok yang membahas strategi mencegah penyebaran radikalisme di lingkungan sekolah dan media sosial.
“Dari kegiatan ini kami memberikan pelatihan mitigasi bencana dan diskusi soal radikalisme. Peserta jadi lebih tahu cara evakuasi kalau terjadi gempa. Lalu juga belajar cara menyikapi ajakan-ajakan mencurigakan dari internet,” ungkapnya.
Umar menambahkan kegiatan ini juga menekankan pentingnya forum anak sebagai sarana partisipasi aktif dalam pembangunan. DP3AKB berharap, setelah kegiatan ini, anak-anak semakin percaya diri mengambil peran sebagai pelapor setiap kali melihat potensi bahaya di lingkungannya.
“Kami tidak hanya bicara soal anak sebagai objek perlindungan, tapi subjek yang punya peran penting. Mereka bisa menyampaikan suara mereka dan menjadi mitra strategis kami,” tambahnya. (Adv/SUS)
Discussion about this post