Balikpapan, Borneoupdate.com – Pemerintah Kota Balikpapan menekankan pentingnya pendekatan multidisipliner. Khususnya dalam menangani kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di daerah.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menilai kompleksitas setiap kasus membutuhkan kolaborasi antar lembaga. Otomatis tidak hanya bertumpu pada jalur hukum. “Banyak kasus kekerasan tidak selesai hanya dengan proses hukum. Korban juga harus mendapatkan dukungan psikologis, layanan kesehatan, bahkan pemberdayaan ekonomi agar benar-benar pulih dan mandiri,” ujarnya, Kamis (24/07).
Bagus menjelaskan, selama ini pihaknya sering menemukan korban kekerasan yang mengalami trauma mendalam. Mulai dari kehilangan kepercayaan diri bahkan terguncang secara sosial. Dalam kasus-kasus seperti itu, intervensi psikologis dan sosial menjadi sangat penting untuk mencegah dampak jangka panjang.
“Misalnya, saat kami menangani kasus kekerasan dalam rumah tangga, korban tidak hanya membutuhkan perlindungan hukum. Tapi juga pendampingan psikologis, rehabilitasi, dan pemberdayaan ekonomi. Di sinilah kerja sama lintas sektor menjadi kunci,” jelasnya.
Bagus menyebut pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ia mengajak lembaga perlindungan hukum, tenaga kesehatan, psikolog, hingga instansi pemberdayaan ekonomi untuk bersinergi menghadirkan solusi komprehensif bagi korban kekerasan. Tanpa koordinasi antarlembaga, ia menilai banyak kasus hanya akan selesai di permukaan tanpa menyentuh akar persoalan.
“Korban berhak mendapatkan pemulihan yang menyeluruh. Kami mendorong semua pihak untuk tidak memandang kasus kekerasan secara sektoral. Ini isu kemanusiaan yang membutuhkan kepekaan dan keterlibatan nyata dari berbagai pihak,” tuturnya lagi.
Untuk itu, lanjut Bagus, Pemkot Balikpapan juga terus mengembangkan jejaring dengan berbagai komunitas lokal. Ia menyadari bahwa masyarakat memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dan melaporkan kekerasan di lingkungan sekitar.
“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk melapor. Kami ingin memastikan tidak ada korban yang merasa sendirian menghadapi penderitaannya. Semua laporan akan kami tindak lanjuti dengan cepat dan profesional,” lanjutnya.
Bagus berharap kolaborasi lintas sektor menghadirkan solusi yang lebih lengkap bagi korban kekerasan. Di mana DP3AKB sebagai OPD terkait menggandeng seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi perempuan dan anak. (Adv/SAN)
Discussion about this post