Balikpapan, Borneoupdate.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan memperkuat komitmen dalam melindungi generasi muda. Salah satunya dari potensi kekerasan dengan menggelar sosialisasi pencegahan perundungan di SMA Negeri 6 yang berlokasi di Kecamatan Balikpapan Utara.
Kepala DP3AKB Balikpapan, Heria Prisni mengatakan kegiatan ini menyasar pelajar sebagai garda terdepan. Khususnya dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan bebas dari kekerasan verbal maupun fisik. “Kami tidak bisa membiarkan perundungan menjadi hal yang dianggap biasa. Anak-anak kita berhak tumbuh dalam suasana yang sehat, damai, dan positif,” ujarnya, Sabtu (26/07).
Heria menjelaskan, perundungan atau bullying kerap muncul dalam berbagai bentuk. Mulai dari ejekan, pengucilan, hingga kekerasan fisik yang kerap terjadi tanpa disadari guru maupun orang tua. Ia menegaskan pentingnya peran semua pihak dalam mendeteksi dan menghentikan tindakan tersebut sejak dini.
“Kami mendorong anak-anak untuk berani bicara. Kalau menjadi korban atau melihat temannya di-bully, jangan diam. Laporkan ke guru atau pihak sekolah. Diam sama dengan membiarkan kekerasan terus terjadi berkelanjutan,” jelasnya.
Menurut Heria sosialisasi ini melibatkan tim psikolog anak dan tenaga penyuluh dari DP3AKB yang menyampaikan materi melalui pendekatan interaktif. Para siswa antusias mengikuti simulasi serta diskusi yang membedah kasus-kasus nyata yang pernah terjadi di lingkungan sekolah. Di mana pemerintah terus berusaha menjadikan sekolah sebagai ruang aman bagi siswa.
“Kami juga meminta pihak sekolah berkomitmen membentuk tim pencegahan dan penanganan kekerasan di sekolah. Semua harus siap menjadi bagian dari gerakan anti perundungan. Sekolah bukan tempat untuk kekerasan,” tuturnya lagi.
Heria menambahkan kegiatan semacam ini membantu siswa memahami bullying bukan hanya soal pukulan atau tamparan. DP3AKB menargetkan seluruh SMA dan SMP di Balikpapan bisa mendapat sosialisasi serupa sepanjang tahun ini. Dirinya menyebut program ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan Kota Layak Anak yang sesungguhnya dan bukan hanya di atas kertas.
“Kita ingin Balikpapan menjadi kota yang benar-benar ramah anak. Ini bukan tugas pemerintah saja, tapi tugas bersama. Mari kita jaga anak-anak kita. Agar angka kekerasan dan perundungan di sekolah bisa ditekan secara signifikan,” tambahnya. (Adv/SAN)
Discussion about this post