Balikpapan, Borneoupdate.com – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan, Heria Prisni, menyerukan keterlibatan aktif tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ia menyebut perlindungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah melainkan juga kewajiban moral seluruh elemen sosial.
Heria menilai, peran tokoh masyarakat sangat strategis dalam membangun lingkungan yang peduli dan responsif. Ia percaya, masyarakat yang sadar dan tanggap bisa menjadi benteng pertama dalam mendeteksi kekerasan sejak dini.
“Kesadaran masyarakat harus kita bangun. Banyak kasus tidak terungkap karena korban takut atau malu. Ketika lingkungan sekitar peduli, korban akan lebih berani bicara,” ujarnya, Sabtu (19/07).
Heria menjelaskan, selama ini banyak korban memilih diam karena merasa tidak memiliki tempat aman untuk mengadu. Rasa takut terhadap stigma sosial dan tekanan dari pelaku sering kali membuat perempuan dan anak menanggung kekerasan dalam diam.
“Intinya, perempuan dan anak harus merasa aman di manapun mereka berada. Jika lingkungan sosialnya suportif, maka mereka tidak akan ragu mencari pertolongan. Nah di situ ada peran warga dan tokoh agama turut mengedukasi,” lanjutnya.
Menurut Heria pihaknya terus mendorong tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Dirinya meyakini suara dan tindakan tokoh lokal memiliki kekuatan besar untuk memengaruhi sikap masyarakat. Termasuk membentuk budaya yang tidak mentolerir kekerasan.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh tokoh agama yang menyuarakan perlindungan dalam ceramahnya, kami juga butuh tokoh masyarakat yang berani menegur dan melaporkan jika terjadi kekerasan di lingkungannya,” tuturnya lagi.
Heria menambahkan, perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Ia berharap masyarakat Kota Balikpapan terus memperkuat solidaritas sosial dan menjadikan rasa peduli sebagai budaya bersama. Di mana dengan menggandeng tokoh masyarakat, DP3AKB Balikpapan dapat membangun sinergi yang berkelanjutan.
“Ini demi memutus rantai kekerasan dari akar hingga permukaan. Jika semua pihak mau bergerak, maka kita bisa menciptakan lingkungan yang benar-benar aman dan manusiawi untuk perempuan dan anak,” pungkasnya. (Adv/SAN)
Discussion about this post