Balikpapan, Borneoupdate.com – Pemerintah Kota Balikpapan dijadwalkan menerima penghargaan Kota Layak Anak (KLA) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) pada 8 Agustus 2025 di Jakarta. Capaian ini menegaskan komitmen pemerintah kota dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak. Namun, perjuangan belum usai. Balikpapan masih harus berbenah untuk meraih predikat tertinggi: KLA Paripurna.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan, Heria Prinsi, mengungkapkan saat ini Balikpapan kemungkinan besar akan menerima predikat utama. Satu tingkat di bawah paripurna. Hal itu berdasarkan hasil penilaian secara nasional yang sudah berlangsung beberapa waktu lalu.
“Berdasarkan data nasional yang kami terima, Balikpapan diproyeksikan meraih predikat Utama. Ini tentu pencapaian yang membanggakan, tapi juga sekaligus jadi pengingat bahwa masih ada pekerjaan rumah untuk kita selesaikan,” ujarnya, Senin (04/08).
Heria menjelaskan untuk meraih predikat paripurna, kota harus memenuhi indikator yang jauh lebih ketat. Salah satu syarat utamanya ialah ketersediaan infrastruktur pendukung yang ramah anak secara merata dan berkualitas. Ia menekankan peningkatan jumlah Ruang Ramah Anak (RRA) menjadi faktor penting yang tidak bisa diabaikan.
“Kami butuh infrastruktur pendukung yang lebih lengkap, mulai dari ruang bermain edukatif, fasilitas kesehatan anak, hingga akses terhadap pendidikan dan perlindungan hukum. Semua itu membutuhkan perencanaan dan kolaborasi,” jelasnya.
Saat ini, menurut Heria, Balikpapan telah memiliki beberapa RRA yang dikelola pemerintah dan dibangun melalui kerja sama dengan sektor swasta. Namun, sebarannya masih belum merata di seluruh wilayah kota. DP3AKB terus mendorong pembangunan fasilitas ini secara strategis dan berkelanjutan. Termasuk melalui pendekatan kemitraan dan pemanfaatan lahan hibah.
“Kami jelas perlu dukungan dari berbagai pihak. Kalau semua pihak berkomitmen, saya optimistis Balikpapan bisa sampai ke tahap itu. Tapi kalau hanya mengandalkan anggaran pemerintah yang terbatas, tentu akan berjalan lambat,” tuturnya.
Heria menambahkan pihaknya kini tengah menyusun rencana strategis lima tahunan yang lebih fokus pada pemenuhan indikator KLA Paripurna. Ia berharap kebijakan anggaran daerah ke depan dapat memberi porsi lebih besar untuk program-program perlindungan dan pemenuhan hak anak. Agar Balikpapan siap menapaki langkah berikutnya menuju predikat KLA Paripurna. (Adv/SAN)
Discussion about this post