Balikpapan, Borneoupdate.com – Pemerintah Kota Balikpapan menegaskan komitmennya dalam menghadirkan lingkungan aman dan nyaman bagi anak-anak melalui pembangunan Ruang Ramah Anak (RRA). Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) kini tengah menggenjot penambahan fasilitas tersebut di berbagai titik strategis kota. Namun, keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan besar dalam realisasi program ini.
Kepala DP3AKB Balikpapan, Heria Prinsi, menilai kebutuhan pembangunan RRA semakin mendesak. Hal itu seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ruang publik yang ramah dan aman bagi anak. Meski di sisi lain ada standar nasional dalam pembuatan RRA yang memerlukan ketersediaan anggaran yang besar.
“Setiap unit Ruang Ramah Anak membutuhkan anggaran sekitar Rp 300 juta hingga Rp 500 juta. Biaya itu mencakup seluruh aspek, mulai dari perencanaan desain, pembangunan fisik, penyediaan alat permainan edukatif, hingga pemenuhan standar keamanan,” ujarnya, Rabu (06/08).
Dengan kondisi itu, lanjut Heria, DP3AKB tidak bisa bergerak sendiri. Pihaknya menggandeng instansi lintas sektor, termasuk swasta dan komunitas, untuk mendorong percepatan penyediaan fasilitas yang mendukung tumbuh kembang anak. Ia menyebut, kolaborasi menjadi kunci untuk menutup celah keterbatasan anggaran.
“Kami membuka ruang kerja sama dengan pihak swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Semakin banyak dukungan dari luar pemerintah, semakin besar pula peluang kami menyediakan ruang publik yang layak dan aman bagi anak-anak Balikpapan,” lanjutnya.
Hingga saat ini, menurut Heria, beberapa RRA telah beroperasi di sejumlah kawasan publik seperti taman kota, pusat layanan kesehatan dan area perkantoran. Namun, distribusinya belum merata. Ia mengakui bahwa sejumlah kecamatan belum memiliki akses memadai terhadap ruang yang dikhususkan untuk anak-anak.
“Kami menargetkan setiap kecamatan memiliki minimal satu RRA. Tapi, realisasi target ini bertahap karena menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran dan lahan. Kita juga perlu berhitung anggaran karena itu semua perlu biaya,” tuturnya.
Pemerintah Kota Balikpapan, tambah Heria, berharap program ini dapat memperkuat predikat kota layak anak yang selama ini terus dikejar. Untuk itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mengawal dan mendukung pembangunan RRA sebagai investasi jangka panjang bagi generasi masa depan.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya bermain, tapi juga belajar dan berinteraksi secara positif. Karena itu, pemilihan material, jenis permainan, dan desain ruang menjadi perhatian utama,” tambahnya. (Adv/SAN)
Discussion about this post