Samarinda, Borneoupdate.com – DPRD Kalimantan Timur menegaskan komitmennya untuk memperkuat sektor pertanian sebagai jalan menuju kemandirian pangan di daerah. Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, menilai pertanian harus menjadi pondasi utama pembangunan, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat.
“Kaltim tidak boleh hanya bergantung pada sektor tambang dan migas. Pertanian harus berdiri sebagai pilar utama kemandirian pangan di Benua Etam,” kata Ekti, Kamis (26/06).
Ekti menjelaskan, laju pertumbuhan penduduk di Kaltim yang tinggi membuat kebutuhan pangan meningkat dari tahun ke tahun. Ia menilai kondisi itu harus diantisipasi dengan memperkuat produksi pangan lokal, bukan dengan terus-menerus mengandalkan pasokan dari luar daerah.
“Kalau kita tidak memperkuat pertanian lokal, maka kita akan terus menjadi pasar bagi daerah lain. Padahal kita punya lahan subur dan petani yang siap bekerja,” jelasnya.
Ekti menegaskan, kemandirian pangan bukan sekadar slogan, tetapi kebutuhan strategis yang harus diwujudkan agar masyarakat Kaltim memiliki ketahanan pangan yang kuat.
Sebagai wakil rakyat, Ekti memastikan DPRD siap mendorong kebijakan anggaran yang berpihak pada sektor pertanian. Ia menekankan perlunya alokasi dana yang lebih besar untuk mendukung infrastruktur pertanian, penyediaan bibit unggul, dan akses pupuk yang terjamin.
“Kalau kita serius ingin pertanian maju, maka anggaran harus mencerminkan komitmen itu. DPRD siap mengawal agar petani mendapatkan dukungan nyata dari pemerintah,” tegasnya.
Selain itu, Ekti juga menekankan perlunya memperkuat kelembagaan kelompok tani agar mampu mengakses bantuan dan teknologi dengan lebih mudah. Ia mengingatkan bahwa penguatan pertanian di Kaltim tidak bisa lagi bergantung pada cara-cara tradisional. Menurutnya, pemerintah harus mendorong modernisasi pertanian dengan penggunaan alat dan teknologi terkini.
“Petani kita tidak boleh tertinggal. Kita harus membawa teknologi masuk ke sawah dan ladang agar produktivitas meningkat. Kan penggunaan sistem irigasi modern dan mekanisasi pertanian yang terbukti mampu meningkatkan hasil panen di banyak daerah,” lanjutnya.
Selain infrastruktur dan teknologi, Ekti menyoroti pentingnya melibatkan generasi muda dalam pembangunan sektor pertanian. Ia menilai, banyak anak muda enggan terjun ke dunia pertanian karena dianggap kurang menjanjikan.
“Kita harus mengubah cara pandang. Pertanian itu sektor strategis dan bisa sangat menjanjikan kalau kita kelola dengan baik. Anak muda harus diberi ruang untuk berinovasi,” tambahnya. (Adv/SAN)















Discussion about this post