Samarinda, Borneoupdate.com – DPRD Kalimantan Timur menegaskan pentingnya peningkatan pelatihan dan kaderisasi kepemimpinan bagi generasi muda. Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi, menilai langkah itu menjadi kunci melahirkan pemimpin masa depan yang mampu menggerakkan perubahan di berbagai sektor.
Hal itu ia sampaikan saat menerima audiensi kader Perhimpunan Kader Pemimpin Muda Daerah (PKPMD) pada Kamis (12/06). Dalam pertemuan itu, Darlis menekankan peran vital generasi muda sebagai motor penggerak pembangunan.
“Anak muda punya energi besar dan ide-ide segar. Kalau mereka dibekali pelatihan kepemimpinan yang baik, mereka bisa menjadi motor penggerak di sektor apapun sesuai minat dan bakatnya,” ujarnya.
Darlis menilai investasi pada generasi muda sama dengan investasi pada masa depan daerah. Untuk itu, ia menginginkan Kaltim tidak boleh kekurangan kader pemimpin yang tangguh, apalagi di tengah tantangan besar menghadapi Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kita tidak bisa menunggu pemimpin lahir begitu saja. Harus ada proses kaderisasi, pembinaan, dan pelatihan. Kalau ini kita lakukan dengan serius, Kaltim akan punya stok pemimpin yang siap menghadapi tantangan zaman,” jelasnya.
Darlis juga menyoroti rendahnya minat sebagian generasi muda untuk terlibat aktif dalam isu kepemimpinan dan pembangunan daerah. Ia menilai, kondisi itu bisa berubah jika pelatihan dan kegiatan kaderisasi dilakukan secara konsisten.
“Banyak anak muda punya potensi, tapi mereka tidak tahu harus menyalurkannya ke mana. Pelatihan bisa menjadi ruang untuk mengasah kemampuan sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri,” katanya.
Darlis juga mendorong pemerintah daerah bekerja sama dengan organisasi kepemudaan dan lembaga pendidikan untuk memperbanyak program pelatihan kepemimpinan. Menurutnya, kolaborasi tersebut akan memperluas jangkauan kaderisasi dan menjangkau lebih banyak anak muda.
“Kalau kegiatan hanya sporadis, dampaknya tidak akan besar. Tapi kalau pemerintah, DPRD, organisasi, dan kampus bersinergi, maka lahirlah pemimpin muda yang benar-benar siap tampil,” tuturnya.
Selain itu, Darlis mengingatkan pentingnya menyesuaikan materi pelatihan dengan perkembangan zaman. Ia menekankan, pemimpin masa depan harus melek digital, adaptif, dan memiliki wawasan global tanpa meninggalkan kearifan lokal.
“Anak muda sekarang tidak cukup hanya pintar berbicara di depan umum. Mereka harus menguasai teknologi, peka terhadap isu lingkungan, dan mampu membangun jejaring luas. Itulah kompetensi pemimpin modern,” tambahnya. (Adv/ANA)
















Discussion about this post