Samarinda, Borneoupdate.com – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ekti Imanuel, mengingatkan pentingnya pengawasan ketat dalam pengerjaan ruas jalan Tering–Ujoh Bilang sepanjang 26 kilometer. Ia meminta seluruh pihak terkait bekerja serius agar proyek penghubung Kutai Barat dengan Mahakam Ulu itu selesai tepat waktu pada akhir tahun ini.
“Kami tidak ingin ada keterlambatan. Proyek jalan ini harus selesai sesuai target, karena masyarakat sudah lama menunggu akses layak,” ujarnya saat melakukan monitoring proyek ke lokasi pembangunan, Rabu (13/08).
Ekti mengatakan jalan Tering–Ujoh Bilang memiliki peran strategis dalam membuka isolasi wilayah pedalaman. Akses jalan tersebut akan memperlancar mobilitas barang dan orang. Sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di dua kabupaten. Karena dua daerah ini sering terisolir akibat ruas jalan yang sulit dilewati.
“Kalau jalan ini rampung, distribusi hasil bumi dari Kutai Barat dan Mahulu akan lebih mudah. Biaya transportasi turun, aktivitas ekonomi meningkat, dan kesejahteraan masyarakat ikut terdongkrak,” katanya.
Ekti juga menekankan peran konsultan pengawas dan Dinas Pekerjaan Umum untuk aktif memantau pengerjaan di lapangan. Ia mengingatkan agar kualitas pembangunan jalan tidak dikorbankan demi mengejar target waktu. Apalagi ada empat segmen yang dikerjakan oleh kontraktor yang berbeda.
“Empat segmen pelaksanaan jalan ini harus dipantau ketat. Jangan sampai ada pekerjaan asal jadi. Jalan ini harus kuat dan tahan lama, karena akan menjadi nadi transportasi antar kabupaten,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, DPRD Kaltim juga menyoroti pentingnya transparansi dalam pelaksanaan proyek. Ekti meminta seluruh proses, mulai dari pengerjaan hingga penggunaan anggaran wajib terbuka kepada publik. DPRD juga akan terus melakukan monitoring hingga proyek benar-benar tuntas. Langkah itu diambil sebagai bentuk tanggung jawab memastikan program pembangunan berjalan sesuai harapan.
“Kami ingin masyarakat ikut mengawasi. Pengawasan publik penting agar proyek jalan ini bebas dari praktik yang merugikan daerah. DPRD akan kawal proyek ini sampai selesai. Kami ingin masyarakat Kutai Barat dan Mahulu bisa segera menikmati hasil pembangunan,” tuturnya.
Ekti berharap penyelesaian ruas jalan Tering–Ujoh Bilang dapat menjadi momentum awal percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman. Ia menilai daerah terisolasi tidak boleh tertinggal dari percepatan pembangunan yang kini berjalan di Kaltim.
“Pembangunan infrastruktur harus merata. Jangan sampai hanya daerah perkotaan yang menikmati. Desa dan pedalaman juga harus merasakan hasil pembangunan,” tutupnya. (Adv/ANA)
Discussion about this post