Takengon, Borneoupdate.com – Fasilitas pendidikan menjadi bagian tak terpisahkan dari gerakan Muhammadiyah. Organisasi Islam ini sejak awal menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama, termasuk di kawasan terdampak bencana yang terdapat Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Komitmen tersebut kembali ditunjukkan oleh relawan MDMC-Lazismu Kalimantan Timur (Kaltim) yang bertugas di Desa Pantan Pertik, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah.
Di desa tersebut, terdapat satu Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) yang kondisinya saat ini masih semi permanen dan memerlukan pembangunan ulang. Bangunan ini sebelumnya telah terdampak gempa bumi pada Desember 2016, kemudian kembali mengalami kerusakan akibat bencana banjir dan tanah longsor pada Desember 2025. Kondisi tersebut mendorong tim relawan MDMC-Lazismu Kaltim untuk segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi sebagai langkah awal perencanaan pembangunan.
Relawan MDMC Kaltim, Iwan Sulistia, menjelaskan bahwa hasil pengecekan lapangan menunjukkan kebutuhan pembangunan gedung TK yang lebih layak dan aman. Berdasarkan pengukuran, panjang badan bangunan direncanakan 21 meter, lebar ruang kelas 6 meter, serta lebar teras 160 sentimeter. Sementara itu, luas lahan sekolah yang tersedia mencapai 25 x 25 meter persegi dengan ukuran kamar mandi 180 x 240 sentimeter.
“Kami sudah berbincang dengan tukang yang ada di Desa Pantan Pertik terkait biaya pembangunan. Tinggal menunggu perbaikan jembatan desa yang masih berstatus darurat, karena itu satu-satunya akses kirim material,” ujarnya, Kamis (12/02).
Menurut Iwan, estimasi waktu pembangunan gedung TK ABA tersebut membutuhkan sekitar 60 hari kerja efektif setelah akses logistik kembali normal. Jembatan yang saat ini masih bersifat darurat menjadi kendala utama dalam pengiriman material bangunan ke lokasi. Oleh karena itu, pihak relawan berharap perbaikan jembatan dapat segera direalisasikan agar proses pembangunan sekolah bisa dimulai tanpa hambatan berarti.
“Kami akan siapkan rancangan anggaran biaya (RAB) dan gambar bangunan. Hasilnya akan kami sampaikan ke pihak ayahanda PWM beserta jajaran terkait. Agar bisa segera kita realisasikan,” jelasnya.
Pembangunan TK ABA ini, lanjut Iwan, dipandang sebagai langkah strategis dalam pemulihan pasca bencana, khususnya pada sektor pendidikan anak usia dini. Keberadaan sekolah yang layak dinilai sangat penting untuk memastikan keberlanjutan proses belajar-mengajar serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi peserta didik, guru, dan orang tua.
Selain sebagai sarana pendidikan, TK ABA juga menjadi bagian dari penguatan sosial masyarakat setempat. Kehadiran sekolah diharapkan dapat menjadi pusat aktivitas positif anak-anak sekaligus simbol bangkitnya kembali kehidupan warga pasca bencana. Dengan demikian, pembangunan ini tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga memiliki nilai psikologis dan sosial yang besar bagi masyarakat.
Relawan MDMC-Lazismu Kaltim berharap dukungan berbagai pihak dapat mengalir agar rencana pembangunan TK ABA Pantan Pertik dapat segera terwujud. Melalui langkah ini, Muhammadiyah kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat. Terutama dalam memastikan akses pendidikan tetap terjaga meski di tengah kondisi darurat dan pemulihan pasca bencana. (zha)
















Discussion about this post