Balikpapan, Borneoupdate.com – Komisi IV DPRD Kota Balikpapan meluncurkan gagasan cara siswa pergi ke sekolah. Para wakil rakyat mendorong pelajar di Kota Beriman untuk beralih menggunakan transportasi umum dan menghidupkan kembali budaya bersepeda. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan siswa pada kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor. Selain menekan angka kecelakaan remaja, kebijakan ini juga menyasar pengurangan kemacetan di area sekolah pada jam sibuk.
Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Iim, secara terbuka menyuarakan dukungan terhadap transformasi mobilitas pelajar ini. Ia melihat potensi besar pada angkutan kota (angkot) dan angkutan massal yang sudah tersedia. Apalagi jarak sekolah dengan rumah tidak seberapa jauh seiring kebijakan zonasi yang menempatkan siswa sesuai domisili.
“Kami mendorong seluruh pelajar Balikpapan untuk mulai memanfaatkan angkutan umum atau angkutan massal. Ini adalah solusi praktis untuk mobilitas mereka sehari-hari. Kan jarak sekolah sesuai zonasi domisili para siswa,” ujarnya, Rabu (01/04).
Iim juga mengajak para siswa untuk mengulang kembali kebiasaan sehat masa lalu. Ia ingin melihat deretan sepeda kembali memenuhi parkiran sekolah, persis seperti suasana pendidikan beberapa dekade silam. Meski mungkin ada sebagian siswa yang merasa malu jika harus bersepeda menuju sekolahnya.
“Kita perlu membiasakan siswa untuk bersepeda lagi seperti dulu. Bersepeda itu sehat, hemat, dan sangat ramah lingkungan bagi kota kita. Kan jaman dulu sekolah pada pakai sepeda. Beda memang sih sekarang jamannya sepeda motor,” ucapnya.
Selain transportasi roda dua manual, Iim memberikan opsi yang jauh lebih sederhana. Ia menilai berjalan kaki merupakan pilihan paling logis bagi siswa yang tinggal di sekitar lingkungan sekolah. Perubahan gaya hidup ini membutuhkan dukungan penuh dari orang tua dan pihak sekolah. Keamanan jalur pedestrian dan kenyamanan transportasi umum menjadi kunci utama keberhasilan program ini.
“Jika jarak rumah ke sekolah masih terjangkau, silakan berjalan kaki. Ini adalah cara paling murah dan menyehatkan untuk memulai hari sebelum belajar di kelas. Yang jelas pemerintah ada juga punya angkutan massal dan bus sekolah,” tuturnya lagi.
Komisi IV, tambah Iim, berharap Dinas Perhubungan dan Dinas Pendidikan segera merespons usulan ini. Pihaknya ingin ada regulasi atau imbauan yang konkret agar budaya bersepeda dan naik angkot menjadi identitas baru pelajar Balikpapan. (san)
















Discussion about this post