Balikpapan, Borneoupdate.com – Komisi IV DPRD Kota Balikpapan menaruh perhatian serius terhadap ancaman penyakit campak di wilayahnya. Lembaga legislatif ini meminta Pemerintah Kota Balikpapan segera melakukan langkah preventif yang nyata. Mereka ingin memastikan kasus ini tidak berubah menjadi wabah besar di tengah masyarakat.
Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali, menegaskan urgensi penanganan penyakit menular tersebut. Ia memandang campak sebagai ancaman kesehatan yang memerlukan respon cepat dan terukur. Karenanya, pihak Komisi IV mendorong instansi terkait untuk lebih proaktif dalam mendeteksi potensi penyebaran sejak dini.
“Sejauh ini saya memang belum melihat secara detail datanya. Namun, kalau memang ada laporan kasus seperti itu, tentu harus kita antisipasi segera. Intinya ada pada pencegahan sejak dini agar tidak meluas,” ujarnya, Kamis (02/04).
Gasali menilai data lapangan menjadi kunci utama dalam memetakan risiko. Ia meminta Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan untuk memperketat pemantauan di setiap puskesmas. Langkah ini bertujuan untuk memutus rantai penularan sebelum meluas ke lingkungan padat penduduk atau sekolah. Termasuk meningkatkan peran kader posyandu dalam sosialisasi imunisasi lengkap.
Di sisi lain, Gasali juga menekankan pentingnya edukasi kepada para orang tua mengenai imunisasi. Menurutnya, pemahaman warga tentang gejala awal campak dapat membantu percepatan penanganan medis. Ia berharap masyarakat tidak meremehkan gejala demam dan bintik merah pada anak.
“Kami berkomitmen mengawal ketersediaan logistik kesehatan dan vaksin di seluruh fasilitas kesehatan. Kami ingin tidak ada kendala teknis yang menghambat pelayanan imunisasi bagi warga. Makanya perlu kerjasama semua pihak,” jelasnya.
Sinergi antara pemerintah dan warga, lanjut Gasali, menjadi faktor penentu keberhasilan pencegahan ini. Untuk itu, DPRD Balikpapan berencana memanggil pihak terkait dalam waktu dekat untuk koordinasi lebih lanjut. Pihak wakil rakyat ingin mendengar paparan lengkap mengenai langkah strategis yang sudah berjalan. Upaya ini merupakan bentuk tanggung jawab pengawasan demi menjamin rasa aman dan kesehatan seluruh warga Balikpapan.
“Intinya kita harus mampu meredam potensi lonjakan kasus. Kami mengajak warga memahami pentingnya imunisasi lengkap. Kan penanganan serius sejak awal akan menyelamatkan anak dari risiko komplikasi penyakit menular,” tambahnya. (san)
















Discussion about this post