Balikpapan, Borneoupdate.com – Bahaya kebakaran terus mengintai pemukiman padat di Kota Balikpapan. Dalam sepekan terakhir tercatat empat peristiwa kebakaran terjadi berturut-turut di wilayah berbeda. Fenomena ini menjadi alarm keras bagi seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah kota. Kawasan padat penduduk kini menjadi fokus utama karena memiliki risiko rambatan api yang sangat cepat.
Anggota DPRD Balikpapan, Syarifudin Oddang mengakui lingkungan padat semakin rentan terhadap amukan si jago merah. Karenanya perlu peningkatan kewaspadaan ekstra terhadap potensi bahaya di lingkungan masing-masing. Ia menilai kelalaian kecil bisa berdampak fatal bagi puluhan kepala keluarga lainnya.
“Kami sangat prihatin dengan intensitas kebakaran yang terjadi belakangan ini. Warga harus menjadi garda terdepan dalam pengawasan mandiri. Kan kalau kebakaran kerugiannya bisa harta dan jiwa,” ujarnya, Ahad (05/04).
Oddang menekankan pola pencegahan harus mulai dari skala rumah tangga. Ia meminta masyarakat memeriksa kembali instalasi listrik yang sudah tua. Penggunaan kabel yang tidak standar seringkali menjadi pemicu utama hubungan pendek arus listrik. Selain itu, ia menyoroti kebiasaan memasak di dapur yang kerap ditinggalkan tanpa pengawasan. Hal-hal sederhana sering menjadi pemicul awal kebakaran di kawasan permukiman.
“Jangan pernah meremehkan kompor yang menyala atau kabel yang terkelupas. Setiap rumah seharusnya bisa melakukan pengecekan rutin. Minimal anggota keluarga paham soal pencegahan kebakaran. Kan potensi bahaya ada di sekitar setiap saat,” jelasnya.
DPRD Balikpapan, lanjut Oddang, juga mendorong peran aktif ketua RT untuk menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan (Siskamling). Patroli rutin pada jam-jam rawan dapat mendeteksi percikan api lebih dini sebelum membesar. Pihak legislatif berencana melakukan koordinasi dengan BPBD untuk mengevaluasi ketersediaan hidran di titik-titik padat.
“Kami lihat akses jalan yang sempit masih jadi kendala utama. Petugas sering kesulitan saat pemadaman api di lapangan. Belum lagi kerumunan warga di lokasi kejadian. Ini yang masih menjadi PR terkait penanggulangan kebakaran di kita,” tuturnya lagi.
Oddang berharap musibah berturut-turut ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Kewaspadaan kolektif merupakan kunci utama untuk memutus rantai bencana kebakaran. Pemerintah kota kini diharapkan merespons cepat dengan edukasi mitigasi bencana yang lebih masif hingga ke tingkat kelurahan. Langkah preventif jauh lebih murah daripada menanggung kerugian pascabencana yang sangat besar. (man)

















Discussion about this post