Balikpapan, Borneoupdate.com – DPRD Kota Balikpapan mengingatkan potensi krisis air bersih. Hal itu seiring prakiraan fenomena El Nino dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Pihak legislatif meminta pemerintah segera menyusun strategi antisipasi dampak kekeringan panjang. Potensi kemarau ekstrem jelas mengancam ketersediaan air baku di kota minyak.
Wakil Ketua DPRD, Muhammad Taqwa mengatakan kondisi ini menuntut kesiapsiagaan penuh dari seluruh instansi terkait. Khususnya Perusda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) sebagai operator distribusi air kepada warga. Di mana selama ini, operasional perusahaan air minum tersebut sangat bergantung Waduk Manggar. Padahal volume air di bendungan tersebut sepenuhnya mengandalkan tangkapan hujan.
“Pemerintah harus bergerak cepat sebelum debit air Waduk Manggar mencapai titik kritis. Kita tidak boleh hanya menunggu hujan turun sementara El Nino sudah di depan mata. Kan perkiraan mulai April ini hingga bulan Juni,” ujarnya, Ahad (05/04).
Taqwa menilai pentingnya rencana cadangan yang matang. Ia mengkhawatirkan penurunan drastis permukaan air waduk jika hujan tidak turun dalam waktu lama. Hal ini pasti akan mengganggu layanan distribusi air ke rumah warga secara meluas.
Ia juga meminta PTMB segera melakukan audit teknis terhadap seluruh jaringan pipa distribusi. Kebocoran sekecil apa pun akan sangat merugikan di tengah ancaman kelangkaan air baku. Selain itu, pemerintah perlu mengedukasi masyarakat mengenai penghematan konsumsi air harian. Warga harus mulai membiasakan diri menampung air secara mandiri sebelum masa kekeringan mencapai puncaknya. Kesadaran kolektif akan membantu menjaga stabilitas pasokan air di tingkat pelanggan.
“Masyarakat perlu tahu kondisi riil stok air kita. Itu agar mereka lebih bijak dalam pemakaian sehari-hari. Memang mereka yang tagihan bayar air bulanan. Tapi berhemat itu tentu bagus. Khususnya dalam kondisi keterbatasan stok air,” jelasnya.
Menurut Taqwa DPRD sudah menyarankan pencarian sumber air alternatif di luar Waduk Manggar. Seperti eksplorasi sumur dalam atau optimalisasi waduk penunjang lainnya. Langkah ini bertujuan untuk membagi beban distribusi air agar tidak bertumpu pada satu sumber saja. Untuk itu, dirinya berharap pemerintah bisa memastikan ketersediaan air tetap terjaga di tengah cuaca ekstrem. Keberhasilan melewati masa El Nino sangat bergantung pada kecepatan dan ketepatan eksekusi kebijakan di lapangan. (man)
















Discussion about this post