Balikpapan, Borneoupdate.com – Komisi III DPRD Kota Balikpapan kini membidik penataan estetika di wilayah perbatasan. Mereka menyuarakan aspirasi kepada Pemerintah Kota Balikpapan untuk membangun gerbang ikonik di pintu masuk sisi Barat dan Timur. Langkah ini bertujuan mempertegas identitas Balikpapan sebagai kota penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN).
Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Yusri, menaruh perhatian serius pada proyek fisik ini. Ia meminta Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang (DPPR) memasukkan rencana tersebut dalam skema pembangunan prioritas. Karena ia menilai keberadaan tugu perbatasan menjadi simbol kewibawaan sebuah kota yang terus berkembang.
“Kita perlu menunjukkan wajah Balikpapan yang megah sejak orang pertama kali menginjakkan kaki di sini. Gerbang perbatasan adalah representasi kesiapan kita menyambut tamu dari daerah lain,” ujarnya, Senin (06/04).
Sejauh ini, lanjut Yusri, baru kawasan Kilometer 25 di Balikpapan Utara yang memiliki tugu perbatasan permanen. Gerbang tersebut menjadi pembatas resmi antara Kota Balikpapan dengan Kabupaten Kutai Kartanegara. Sementara itu, wilayah Balikpapan Barat dan Balikpapan Timur masih terlihat polos tanpa penanda yang representatif.
Yusri melihat ketimpangan estetika ini harus segera berakhir. Ia mendorong DPPR melakukan kajian teknis mengenai desain dan lokasi yang tepat. Pembangunan gerbang ini tidak hanya mengedepankan aspek keindahan. Tapi juga fungsi informasi bagi para pengendara yang melintas. Karena kedua kecamatan ini juga berposisi strategis.
“Balikpapan Barat dan Timur punya posisi yang sangat strategis. Wisatawan dan pelaku usaha masuk melalui jalur ini. Jadi kehadiran tugu ikonik menjadi sangat mendesak. Maka pihak DPRD jelas mendukung upaya perbaikan wajah kota,” jelasnya.
Menurut Yusri pihak legislatif berkomitmen mengawal penganggaran proyek gerbang perbatasan ini pada tahun anggaran mendatang. Komisi III ingin memastikan setiap pembangunan fisik memberikan dampak visual yang positif bagi citra kota. Sinergi dengan instansi terkait menjadi kunci utama agar desain gerbang mencerminkan budaya lokal yang modern.
“Ini kan sejalan dengan target Balikpapan menjadi Smart City. Maka pemerintah daerah harus memperkuat posisi Balikpapan sebagai gerbang Kaltim. Kami ingin gerbang perbatasan mampu meningkatkan rasa bangga warga terhadap identitas daerahnya,” tambahnya. (san)

















Discussion about this post