Balikpapan, Borneoupdate.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan menanggapi penurunan kualitas udara di Kota Minyak selama sepekan terakhir. Kondisi ini memerlukan perhatian dari semua pihak. Di mana lembaga legislatif ini tidak hanya menyoroti masalah kabut asap. Namun juga mengajak seluruh elemen masyarakat saling menjaga kesehatan keluarga di kondisi ini.
Wakil Ketua DPRD, Yono Suherman mengakui kabut asap tipis terpantau masih menyelimuti Balikpapan hingga pertengahan Oktober. Meski hujan sempat mengguyur beberapa kali, intensitas air yang turun belum mampu menyapu bersih partikel debu halus di udara. Data Indeks Kualitas Udara (AQI) menunjukkan konsentrasi polutan utama PM2,5 di Balikpapan berada pada level yang kurang bersahabat bagi kelompok rentan.
“Jadi memang kualitas udara ini sedang turun. Ini dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) daerah lain. Tapi kita juga yang kena dampaknya. Itu tidak bisa kita hindari sampai sekarang,” ujarnya, Rabu (14/10).
Dari berbagai informasi, lanjut Yono, angin membawa kabut asap dari titik-titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di luar wilayah. Polusi udara tersebut bertiup dari daerah tetangga seperti Penajam Paser Utara (PPU), Paser, Kutai Kartanegara, bahkan dari provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
“Kami tahu kondisi ini tidak nyaman. Apalagi asapnya datang dari luar. Fokus utama DPRD saat ini adalah memastikan setiap puskesmas siap melayani warga. Lalu pembagian masker untuk warga rentan dan anak-anak sekolah,” jelasnya.
Yono meminta masyarakat tidak panik dan tetap meningkatkan kewaspadaan. Pihaknya kini fokus mendorong instansi terkait untuk memperkuat benteng kesehatan warga. Sinergi antara pemerintah daerah, dinas kesehatan, dan komunitas relawan menjadi kunci utama meminimalisir dampak kabut asap kiriman ini.
Pihak legislatif juga mengimbau warga Balikpapan untuk membatasi aktivitas olahraga berat di luar ruangan pada pagi hari. Warga dapat memanfaatkan ruang publik dalam ruangan atau beraktivitas di rumah untuk sementara waktu. Penggunaan masker medis saat berkendara roda dua sangat disarankan guna menyaring partikel PM2,5.
“Kami minta semua pihak terlibat. Koordinasi antar daerah juga terus diupayakan. Warga kami minta terus memantau perkembangan kualitas udara melalui kanal resmi pemerintah kota,” tambahnya. (san)

















Discussion about this post