Balikpapan, Borneoupdate.com – DPRD Kota Balikpapan mendukung pemberlakuan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Langkah strategis ini melindungi kesehatan siswa TK/PAUD, SD, dan SMP dari ancaman kabut asap yang kian pekat. Pihak legislatif juga langsung bergerak cepat untuk mengawal efektivitas kebijakan darurat tersebut.
Wakil Ketua DPRD, Yono Suherman memberikan apresiasi atas respons cepat pemerintah daerah. Ia menyebut keselamatan anak-anak merupakan prioritas. Di mana sinergi antara eksekutif dan legislatif menjadi kunci utama dalam menghadapi situasi krisis lingkungan ini.
“Kami mendukung penuh langkah penyelamatan kesehatan anak-anak kita. Namun, hak pendidikan mereka juga harus tetap terpenuhi dengan baik selama masa darurat ini,” ujarnya, Rabu (14/10).
Yono secara khusus meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan untuk mengawasi ketat pelaksanaan PJJ. Disdikbud harus memastikan seluruh platform digital dan modul pembelajaran siap pakai. Pengawas sekolah juga perlu memantau aktivitas harian guru dan siswa secara berkala.
Yono juga mengingatkan tim teknis Disdikbud bergerak aktif mengantisipasi segala hambatan jaringan. Petugas harus segera memitigasi kendala kuota internet internet atau gangguan aplikasi belajar. Pendampingan ekstra juga menyasar para orang tua yang menemani anak belajar di rumah.
“Disdikbud wajib memastikan kegiatan belajar dari rumah berlangsung lancar tanpa kendala teknis berarti. Kami tidak ingin ada siswa yang tertinggal pelajaran hanya karena masalah aplikasi atau sinyal,” jelasnya.
Menurut Yono melalui fungsi pengawasan DPRD turut memantau keluhan masyarakat dan kepekatan asap. Termasuk berkomitmen mencarikan solusi dan evaluasi berkelanjutan. Yakni melibatkan Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup untuk menentukan durasi PJJ. Semua pihak berharap kondisi udara luar ruangan segera kembali ke ambang batas aman.
“Kami minta semua pihak terlibat aktif. Tidak bisa hanya dinas pendidikan. Memang yang terdampak sekolah. Maka kita perlu sekali mengawal agar Pendidikan tidak putus karena kabut asap,” tuturnya lagi.
DPRD, tambah Yono, juga membuka saluran pengaduan warga terkait hambatan belajar daring ini. Layanan informasi siap menerima masukan demi perbaikan sistem pembelajaran darurat. Bahkan mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan fisik anak dan membatasi aktivitas luar ruangan. (man)
















Discussion about this post