Balikpapan, Borneoupdate.com – DPRD Kota Balikpapan bergerak mengawal hak nutrisi anak-anak sekolah di tengah situasi darurat kabut asap. Anggota dewan ingin memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap sampai pada siswa. Meskipun pemerintah setempat menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Langkah ini demi menjaga kesehatan fisik sekaligus mendukung imunitas anak-anak selama masa krisis lingkungan.
Wakil Ketua DPRD, Yono Suherman, menyoroti langsung mekanisme penyaluran program nasional ini di tingkat daerah. Ia menginginkan perubahan pola belajar tidak menghentikan suplai makanan sehat untuk tumbuh kembang generasi muda. Kehadiran negara harus tetap terasa di rumah-rumah warga melalui distribusi logistik pangan yang matang dan terjadwal.
“Kebijakan belajar dari rumah tidak boleh memutus hak anak mendapatkan makanan bergizi. Kami meminta instansi terkait mampu berkoordinasi agar distribusi makanan dapat menyesuaikan dengan perubahan pola pembelajaran,” ujarnya, Rabu (14/10).
Yono mengatakan pihaknya sudah meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan merumuskan skema pengantaran yang aman. Petugas dapat memanfaatkan jaringan ketua RT atau posko lingkungan untuk membagikan paket makanan ke rumah siswa. Sistem jemput bola ini meminimalkan paparan kabut asap bagi anak-anak dan orang tua murid.
“Pendekatan ini berfokus mencegah hambatan logistik. Jadi beberapa pihak harus bekerjasama sama dalam penyaluran MBG. Mulai dari pihak dapur, dinas pendidikan, tim pengawas hingga pihak penerima,” jelasnya.
Menurut Yono kualitas makanan juga harus tetap terjaga dengan standar higienis yang tinggi selama perjalanan. Tim pengawas wajib memantau kandungan gizi dan kesegaran menu yang dikonsumsi oleh para siswa setiap hari. Koordinasi yang kuat antarinstansi menjadi kunci utama keberhasilan program MBG di masa darurat ini.
“Kami memikirkan nasib anak-anak dari keluarga kurang mampu. Mereka tentu mengandalkan program makanan gratis ini. Makanya kami minta seluruh paket makanan tiba tepat waktu di masing-masing penerima,” tuturnya lagi.
DPRD, tambah Yono, juga mengajak para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal untuk terlibat aktif dalam rantai pasok makanan. Keterlibatan UMKM mempercepat proses pengemasan dan memperpendek jarak distribusi ke pemukiman warga. Strategi gotong royong ini sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat bawah yang terdampak bencana asap. (man)
















Discussion about this post