Balikpapan, Borneoupdate.com – Komisi IV DPRD Kota Balikpapan terus memantau perkembangan perubahan cuaca dalam beberapa hari terakhir. Lembaga legislatif ini mengharapkan kondisi lingkungan kota segera membaik seiring mulai turunnya hujan. Meski intensitasnya masih ringan dan berdurasi singkat. Langkah antisipatif terus berjalan untuk memulihkan aktivitas Masyarakat. Terutama sektor pendidikan yang terdampak kabut asap.
Anggota Komisi IV, Sofyan Jufri mengatakan paparan asap sudah memaksa pemerintah mengubah sistem kegiatan belajar mengajar di sekolah. Kebijakan mengalihkan pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) demi melindungi kesehatan para siswa. Padahal PJJ belum seefektif pengajaran langsung antara guru dan siswa.
“Kami tentu ingin anak-anak kembali sekolah. Semua pihak terus memantau perkembangan terkahir. Ada hujan di beberapa titik. Tapi memang belum signifikan. Kabut asap masih terlihat sepanjang hari,” ujarnya, Kamis (15/10).
Pemulihan kualitas udara, lanjut Sofyan, menjadi kunci utama sebelum mencabut kebijakan belajar dari rumah. Sinergi antar dinas sangat penting untuk memastikan lingkungan sekolah sudah aman dan bebas dari sisa polusi asap. Karena keselamatan siswa menjadi prioritas utama. Pihak DPRD mendukung penuh langkah pemerintah dalam melindungi anak sekolah.
“Tinggal evaluasi berkala seiring perubahan cuaca. Kami bersyukur ada informasi hujan di beberapa titik. Walau belum deras, hujan ini membawa harapan besar bagi pemulihan udara kita,” jelasnya.
Menurut Sofyan, Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan dan Dinas Kesehatan terus berkoordinasi dengan DPRD. Khususnya dalam menyampaikan perkembangan kondisi udara dan dampaknya di lapangan. Termasuk mengajak warga untuk tetap waspada dan menjaga sirkulasi udara di rumah. Mengingat bayi dan orang tua termasuk kelompok rentan terhadap paparan kabut asap.
“Semua tentu ingin cepat kembali seperti biasa. Anak-anak sekolah. Yang dewasa bisa beraktifitas olahraga seperti biasa. Tapi itu harus lihat indikator kualitas udara dulu. Mari kita sama-sama berupaya tetap sehat dalam kondisi asap,” tuturnya lagi.
Sofyan berharap pihak pemerintah pusat bergerak cepat mengatasi kebakaran hutan yang terjadi merata di kalimantan. Apalagi dampaknya berpengaruh pada semua sektor. Saat ini pemerintah setempat memilih fokus pada solusi, kesiapan mitigasi, dan perlindungan masa depan anak-anak sekolah. (man)

















Discussion about this post