Samarinda, Borneoupdate.com – Di saat pandemi Covid-19 tidak menyurutkan kinerja Dinas Komunikasi dan Informatika dalam melaksanakan Program Smart City tahun 2020.
Bahkan, Tim Assesor Smart City dari Kementerian Kominfo RI melakukan rapat kerja secara virtual dengan Diskominfo Samarinda yang berlangsung di ruang Command Center gedung Diskominfo Samarinda, pada Jumat, (27/11).
Kepala Dinas Kominfo Samarinda Aji Syarif Hidayatullah menjelaskan jika penerapan masterplan smart city di Samarinda sudah mencapai 100 persen. Hal tersebut dimulai dari pengembangan kebijakan, kelembagaan hingga pengembangan aplikasi di tahun 2020.
“Bahkan di tahun 2020 selama pandemi Covid-19, Diskominfo Samarinda sudah melakukan pengembangan empat aplikasi mulai dari panggilan darurat 112, point of sale, aplikasi behambinan hingga website corona,” ujarnya.
Sedangkan capaian implementasi program enam Pilar Smart diantaranya Program Smart Branding dengan melakukan Beautifikasi Citra Niaga yang kini kembali menjadi primadona bagi anak-anak muda Kota Tepian untuk berbelanja, sehingga tak salah jika pihaknya memilih komplek Citra Niaga sebagai daerah Quick Win dengan melakukan revitalisasi sejak tahun 2017
“Jujur saya berterima kasih dengan adanya Program Smart City ini, hasilnya bisa dilihat sekarang. Kini Citra Niaga kembali bergeliat dan selalu ramai dengan berbagai kegiatan komunitas anak-anak muda yang tak hanya sekedar nongkrong, melainkan juga ada kreatifitas seni hiburan setiap malamnya,” ucapnya.
Walau diterpa pandemi, namun ekonomi masyarakat terus dapat bergerak dengan mengembangkan aplikasi lokal bernama “Behambinan” yang menjadi solusi bagi warga Kota Tepian yang ingin belanja makanan, tanpa harus keluar rumah sebagai langkah mendukung physical distancing. Bahkan kehadiran aplikasi Behambinan ini membantu peningkatan omzet jualan para UMKM yang terdampak selama pandemic Covid-19.
“Tak itu saja, warga yang kehilangan pekerjaan karena terdampak pandemi juga memanfaatkan fasilitas aplikasi ini sebagai usaha baru dengan berjualan secara online,” tuturnya.
Ia tak memungkiri selama pandemi, banyak juga rencana aksi yang sudah dilaksanakan pihaknya sebagai bagian dari program Smart City dalam mendukung penanganan penyebaran Covid-19 di Samarinda selain membangun aplikasi Behambinan.
Beberapa aplikasi yang sukses yaitu Layanan Nomor Darurat 112 yang keberadaanya sangat dirasakan manfaatnya oleh warga dalam menangani aduan warga terkait penyebaran Covid-19, sehingga efeknya memudahkan Dinas Kesehatan untuk melakukan tracking dan tracing.
“Kita juga pengembangan website Corona yang isinya berupa informasi Covid-19 hingga data penerima bantuan sosial bagi warga yang terdampak dapat diakses secara transparan,” ujarnya.(YA)




















Discussion about this post