Balikpapan, Borneoupdate.com – Pemerintah Kota Balikpapan mulai merancang langkah awal untuk pembukaan kegiatan pembelajaran secara tatap muka pada tahun 2021 mendatang. Tahap pertama yang ditempuh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebagai satuan kerja yang menangani pendidikan di Kota Balikpapan yakni melaksanakan tes rapid kepada guru beserta seluruh perangkat sekolah terkait pembukaan kembali kegiatan belajar secara langsung di sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Muhaimin mengatakan pembukaan sekolah dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini dijadwalkan pada 11 Januari 2021 mendatang. Namun untuk merealisasikan rencana tersebut, ada sejumlah rekomendasi dari Satgas Covid-19 di Balikpapan yang harus dipenuhi oleh penyelenggara sekolah.
“Jadi hari ini kami RDP bersama Komisi IV yang membahas kesiapan pembelajaran tatap muka di sekolah. Langkah awal kita melaksanakan simulasi di 77 sekolah negeri dan swasta baik tingkat SD maupun SMP,” ujarnya usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPRD Balikpapan, Kamis (10/12).
Selain itu lanjut Muhaimin pihak pemerintah juga melakukan tes rapid terhadap guru, tenaga kependidikan dan petugas di sekolah yang mengikuti pelaksanaan simulasi sekolah tatap muka. Langkah ini untuk memberikan kepastian kepada masyarakat terkait kondisi kesehatan dan kesiapan penyelenggara sekolah sebelum menggelar kegiatan sekolah pada Januari 2021 mendatang.
“Hari ini sebanyak 1.175 guru SD dan 1.533 guru SMP beserta tenaga kependidikan, penjaga sekolah dilakukan rapid tes oleh dinas kesehatan sebagai langkah awal memastikan bahwa tenaga pendidik dalam kondisi baik-baik saja,” terangnya.
Menurut Muhaimin jadwal pelaksanaan simulasi pembelajaran tatap muka akan dilaksanakan pada tanggal 14 hingga 17 Desember mendatang. Untuk mencegah terjadi kerumunan masyarakat yang mengantarkan anaknya ke sekolah, proses simulasi dibagi dalam dua tahap yakni tanggal 14 dan 15 Desember untuk tingkap SMP sedangkan tanggal 16 dan 17 Desember diperuntukkan bagi tingkat SD.
“Nah mohon doanya semoga proses ini berjalan lancar sehingga saat simulasi pada tanggal 14 sampai 17 nanti itu berjalan dengan maksimal. Rencananya dibagi dua tahap yakni 14 dan 15 untuk SMP. tanggal 14 untuk tatap muka dan tanggal 15 untuk daring. Hal yang sama juga untuk tingkat SD di tanggal 16 dan 17,” lanjutnya.
Dari hasil simulasi tersebut tambah Muhaimin pihaknya akan melakukan evaluasi ulang sebelum merealisasikan pembelajaran tatap muka pada 11 Januari 2021. Terutama mengenai kesiapan memenuhi enam syarat dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kepada sekolah di daerah yang akan menggelar kegiatan pembelajaran secara tatap muka.
“Dari hasil simulasi itu kita akan bisa mengevaluasi untuk menuju ke tanggal 11 Januari. Apakah 6 syarat yang ditetapkan Kementerian Pendidikan itu di sekolah bisa diterapkan dengan baik. Kemudian tentang gugus tugas di sekolah dan kesiapan orang tua mempersiapkan anaknya. Kunci utamanya pada saat anak-anak berangkat dari rumah,” tambahnya. (FAD)
















Discussion about this post