Balikpapan, Borneoupdate.com – Kenaikan angka terkonfirmasi positif Covid-19 di Balikpapan dalam beberapa pekan terakhir membuat kondisi ketersediaan ruang isolasi semakin menipis. Hal yang sama juga terjadi pada ruangan Intensive Care Unit (ICU) bagi pasien Covid-19 di sejumlah rumah sakit di Kota Balikpapan yang sudah terisi sampai 100%.
Juru bicara Satgas Covid-19 Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty mengatakan kondisi tersebut dipicu karena perkembangan kasus Covid-19 yang meningkat signifikan sejak beberapa pekan lalu. Mengingat Balikpapan menjadi rujukan untuk kabupaten kota yang berdekatan seperti Paser, PPU, Samboja-Kukar dan Samarinda.
“Jadi dalam minggu ini kondisi ICU di rumah sakit full rasio pemakaian 100% dan ruang isolasi untuk penduduk Balikpapan 71%. Itu karena rumah sakit di Balikpapan banyak diisi dari rujukan Paser, PPU, Samboja dan Samarinda. Jadi kalau ditotal rasio keterisian ruang isolasi sampai 80 persen,” ujarnya kepada wartawan.
Standar ketersediaan ruang isolasi, lanjut wanita yang akrab disapa Dio itu, normalnya hanya sekitar 60%. Untuk itu, pihak Satgas Covid-19 di Balikpapan perlu menyiapkan langkah strategis antisipasi kurangnya ketersediaan ruang perawatan bagi warga yang terpapar corona. Seperti merujuk pasien asal Balikpapan ke kabupaten kota terdekat sesuai aturan rujukan lintas daerah. Maupun meminta pihak rumah sakit baik pemerintah maupun swasta menghitung ulang kapasitas ruang rawat dan menyisihkannya untuk pasien Covid-19.
“Kami sudah minta rumah sakit untuk waspada dengan menambah dan membuka lagi ruang isolasi Covid-19. Selain itu Balikpapan juga boleh merujuk pasien lintas Kabupaten. Karena ICU kita juga terisi rujukan dari Samarinda, maka bisa saja Balikpapan juga sebaliknya merujuk ke Samarinda. Kita sudah melaporkan dan berkoordinasi dengan Dinkes Kaltim,” jelasnya.
Langkah terakhir tambah Dio yakni membuka tenda perawatan darurat sebagai antisipasi jika pasien sudah tidak tertampung lagi di ruang perawatan yang tersedia. Namun pemerintah berharap lonjakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 ini bisa diantisipasi sedini mungkin tanpa harus mendirikan tenda darurat.
“Sejelek-jeleknya tenda boleh dibuka. Itu opsi terakhir jika kondisi sudah tidak memungkinkan lagi. Sama juga seperti daerah lain yang mengalami lonjakan kasus serupa,” tambahnya. (FAD)
















Discussion about this post