Balikpapan, Borneoupdate.com – Balikpapan, sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) memiliki peluang besar untuk menarik investor baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Namun, untuk mewujudkan potensi ini diperlukan kebijakan inovatif dari pemerintah daerah.
Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Yono Suherman menekankan pentingnya langkah-langkah strategis dalam menghadapi perubahan ini. Pemerintah setempat wajib bersiap menghadapi perubahan yang demikian pesat. Meski posisi kota ini sudah strategis sejak lama sebagai pintu masuk IKN. Namun persiapan yang matang sangat penting untuk menghadapi tantangan yang ada.
“Mungkin secara nasional ekonomi kita masih on proses. APBD juga masih terbatas. Tapi waji bagi kita membuat persiapan dan inovasi baru. Kita punya keunggulan geografis yang strategis. Kan harusnya Balikpapan akan berkembang pesat berkat itu,” ujarnya, Rabu (13/11).
Yono mengusulkan agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Disporapar dan Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T) segera melakukan pemetaan potensi investasi. Hal ini dinilai sebagai langkah penting untuk menarik investor. Mengingat perizinan dan iklim usaha menjadi tantangan tersendiri di daerah.
“Pemerintah di daerah perlu buat inovasi terlebih dahulu jika mau investor banyak masuk. Secara umum banyak investor yang tertarik menanamkan modal. Tapi kita harus ingat ada tantangan seperti perizinan dan iklim usaha. Itu harus bisa diatasi,” jelasnya.
Yono juga menyoroti selama ini belum ada investor besar yang secara serius berniat menanamkan modal di Balikpapan. Mereka seringkali hanya meminta informasi awal seperti gambaran site plan dan iklim usaha. Tapi ternyata tidak ada kelanjutan. Kondisi tersebut harus menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah di daerah.
“Kami di DPRD siap duduk bersama membahas payung hukum yang diperlukan. Karena investor besar yang masuk akan menaikkan nilai tambah ekonomi daerah. Soalnya kita bukan kota tambang. Kita bergantung pada jasa dan perdagangan,” tuturnya lagi.
Yono menyarankan peningkatkan sinergi semua pihak dalam rangka meningkatkan daya tarik Balikpapan sebagai pusat investasi. Salah satunya dengan kolaborasi semua stakeholder. Dengan melakukan hal ini, Balikpapan diharapkan mampu bertransformasi menjadi kota yang siap menyambut investasi. (Adv/SAN)
















Discussion about this post