SAMARINDA — Kasus gagal ginjal pada anak yang dampaknya akut dan misterius marak terjadi di 20 provinsi di Indonesia. Walau Kaltim tidak termasuk dalam 20 provinsi tersebut, namun seluruh pemangku kepentingan terus melakukan pemantauan dan pengawasan.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Deni Anwar Hakim meminta para ibu rumah tangga untuk lebih ketat lagi dalam mengawasi kesehatan anak-anak terutama saat demam dan batuk yang membutuhkan obat sirop yang dinilai lebih mudah ditelan oleh anak-anak.
“Alhamdulillah, sampai hari ini belum ada laporan kasus gagal ginjal akut pada anak ini terdapat di Kaltim khususnya di Kota Samarinda,” ujar Deni pada Kamis (20/10/2022).
Walau belum terdapat kasus tersebut, namun meminta agar pemerintah dan masyarakat tak lengah. Terlebih, di Kaltim saat ini tengah memasuki kondisi pancaroba yang mampu membuat ketahanan fisik dan kekebalan tubuh anak-anak menurun.
“Kami imbau orang tua agar memastikan kondisi anaknya sehat dan bugar ketika berangkat ke sekolah. Kalau memang kondisi sakit, diistirahatkan saja dulu di rumah. Karena bagaimanapun faktor lelah bisa jadi penyebab sakit,” sarannya.
Selain itu, Deni Anwar Hakim meminta agar apotek-apotek tidak menjual obat-obatan yang telah dilarang oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. “Kita harapkan ikuti edaran yang ada. Kepada apotek tidak melakukan penjualan bebas akan obat yang dilarang pemerintah,” ujarnya.(YL/adv/dprdsamarinda)




















Discussion about this post