Balikpapan, Borneoupdate.com – Komisi IV DPRD Kota Balikpapan menyoroti kesulitan solar para nelayan pesisir Kelurahan Teritip. Hal ini cukup berdampak pada biaya operasional yang tidak sebanding dengan hasil tangkapan. Di mana persoalan tersebut hingga kini belum mendapatkan solusi dari pemerintah.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali mengatakan nasib sulit para nelayan di Kelurahan Teritip sudah sering disuarakan. Karena para nelayan laut di timur Balikpapan ini masih terjepit masalah ketersediaan solar. Keterbatasan pasokan memaksa nelayan memutar otak setiap hari. Mereka tidak hanya berebut kuota, tetapi juga harus menempuh jarak yang sangat jauh untuk mendapatkan bahan bakar.
“Kondisi ini membuat efisiensi kerja nelayan menurun drastis. Nelayan kita terpaksa membatasi waktu melaut karena keterbatasan bahan bakar ini,” ujarnya, Senin (09/03).
Gasali menilai kendala ini memicu pembengkakan biaya operasional. Biaya transportasi mengambil porsi besar dari modal melaut mereka. Akibatnya, margin keuntungan nelayan semakin menipis di tengah harga kebutuhan pokok yang terus naik. Minimnya bahan bakar mengubah pola kerja para nelayan secara terpaksa. Biasanya, mereka mampu melaut hingga malam hari untuk mengejar tangkapan maksimal.
“Kini banyak nelayan memilih pulang lebih awal pada sore hari. Mereka beralasan demi menghemat sisa solar di tangki mesin. Tentunya hasil tangkapan juga mungkin tidak sebanyak biasanya,” jelasnya.
Menurut Gasali, nelayan memerlukan penyelamatan yang berdampak langsung pada volume tangkapan ikan. Apalagi hasil laut yang mereka bawa pulang tidak lagi maksimal seperti sedia kala. Hal ini tentu mengancam stabilitas ekonomi keluarga nelayan di kawasan pesisir Teritip. Untuk itu, ia meminta pemerintah kota segera mengintervensi distribusi solar subsidi. Terutama mengenai skema penyaluran yang lebih dekat dengan pemukiman nelayan.
“Kehadiran stasiun pengisian bahan bakar khusus nelayan itu jelas mendesak. Pemerintah harus hadir untuk memotong rantai distribusi yang jauh itu. Kita tidak ingin nelayan Teritip terus merugi karena masalah klasik yang tidak kunjung usai,” tuturnya.
DPRD, tambah Gasali, berjanji akan terus mengawal persoalan ini hingga ada langkah konkret dari dinas terkait. Dirinya berharap otoritas berwenang segera melakukan pemetaan ulang kuota solar untuk wilayah pesisir. (ane)

















Discussion about this post