PPU, Borneoupdate.com- Sebagai salah satu kewajiban pemerintah, pemenuhan fasilitas kesehatan bagi masyarakat mutlak disiapkan. Bukan hanya untuk wilayah pinggiran tetapi juga kawasan tengah kota yang jumlah fasilitas kesehatan umumnya sulit untuk ditambah karena lahan yang tidak tersedia.
Hal seperti itu menjadi sorotan anggota DPRD Kabupaten PPu, Syamsuddin Ali, yang meminta pemerintah meningkatkan perhatian terhadap ketersediaan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskemas). Sebab permintaan tersebut terkait kebutuhan warga terhadap masih minimnya puskesmas di Kabupaten PPU.
Selain itu, lanjut Syamsuddin, pihaknya mengusulkan penyeragaman bentuk bangunan puskesmas. Agar 11 puskesmas yang ada saat ini memiliki kesamaan dan menjadi ciri khas kearifan lokal setempat.

“Sudah lama kami usulkan agar bangunan puskesmas jadi seragam. Tapi masih proses pembuatan desain prototipe. Itu akan jadi identitas kabupaten kita,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (08/04).
Menurut Syamsuddin, pemenuhan fasilitas kesehatan bagi masyarakat mutlak menjadi tanggung jawab pemerintah. Bukan hanya untuk wilayah pusat kabupaten tapi juga sampai kawasan pedesaan. Mengingat penambahan fasilitas kesehatan umum berhadapan dengan sulitnya ketersediaan lahan.
Apalagi jumlah warga yang berobat, tambah Syamsuddin, tidak sebanding dengan kapasitas puskesmas. Akibatnya sering terjadi penumpukan untuk memperoleh layanan kesehatan. Mengingat puskesmas merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan pertama bagi masyarakat.
“Semua jelas harus jadi prioritas. Bukan hanya wilayah pusat kabupaten yang diperhatikan. Karena keberadaan pelayanan puskesmas merupakan pertolongan pertama sebelum dirujuk ke rumah sakit. Selain itu biaya berobatnya cukup terjangkau bagi masyarakat,” tambahnya. (SUS/adv)
















Discussion about this post