Balikpapan, Borneoupdate.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan mengambil langkah strategis dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap anak. Yakni dengan membangun sistem deteksi dini di tingkat lingkungan terkecil. Melalui penguatan peran Seksi Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di setiap Rukun Tetangga (RT), DP3AKB mendorong masyarakat untuk aktif mendeteksi tanda-tanda kekerasan sebelum terjadi korban.
Kepala DP3AKB Kota Balikpapan, Heria Prisini, mengatakan sistem deteksi dini bukan hanya bertujuan menangani kasus. Tetapi bersifat pencegahan sejak gejala awal terlihat. Ia menilai upaya ini membutuhkan keterlibatan langsung warga sebagai garda terdepan dalam perlindungan anak.
“Kami sedang membangun sistem yang bisa memberi pertolongan pertama saat muncul indikasi kekerasan. Keberadaan Seksi PPA di tiap RT bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi bagian penting dari sistem perlindungan sosial kita,” ujarnya, Sabtu (02/08).
Heria menilai selama ini banyak kasus kekerasan terhadap anak lambat terdeteksi karena kurangnya kewaspadaan masyarakat sekitar. Ia mengajak seluruh elemen warga untuk membangun budaya peduli dan tidak bersikap apatis terhadap lingkungan.
“Pencegahan kekerasan tidak bisa menunggu ada korban dulu. Kita harus ciptakan lingkungan RT yang peka dan sigap terhadap perubahan perilaku anak maupun situasi keluarga yang berpotensi menjadi pemicu kekerasan,” jelasnya.
Menurut Heria DP3AKB telah melatih ratusan kader PPA di berbagai kelurahan sebagai bagian dari sistem deteksi dini tersebut. Para kader ini menjalankan fungsi observasi, edukasi dan pendampingan langsung di wilayah setempat. Mereka juga menjadi penghubung antara masyarakat dan lembaga layanan resmi jika ditemukan dugaan kekerasan.
“Kader PPA kami bukan sekadar pelapor. Mereka kami bekali dengan keterampilan untuk mengenali tanda-tanda kekerasan secara psikologis, fisik, maupun verbal. Mereka juga dilatih untuk membangun komunikasi aman dengan anak,” tuturnya.
Heria menambahkan pihaknya terus memantau efektivitas sistem ini dan akan menyesuaikan strategi sesuai kebutuhan lapangan. Ia memastikan Pemerintah Kota Balikpapan serius membangun lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
“Ini bukan program jangka pendek. Kami ingin sistem deteksi dini ini menjadi bagian dari kesadaran kolektif masyarakat. Kita semua punya tanggung jawab melindungi anak-anak kita,” tandasnya. (Adv/SUS)
Discussion about this post