Balikpapan, Borneoupdate.com – Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat komitmen dalam upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak. Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB), Pemkot menargetkan agar setiap Rukun Tetangga (RT) di Balikpapan memiliki minimal satu kader Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) yang aktif dan terlatih.
Kepala DP3AKB Kota Balikpapan, Heria Prisini, menjelaskan keberadaan kader PPA akan menjadi motor penggerak perlindungan sosial berbasis komunitas. Ia menilai peran kader sangat strategis karena berada paling dekat dengan masyarakat dan mampu mendeteksi lebih awal potensi kekerasan.
“Kami ingin membangun sistem perlindungan yang kokoh dari level paling bawah, yaitu RT. Dengan memiliki kader PPA yang aktif di setiap lingkungan, kami bisa memastikan upaya pencegahan berjalan lebih cepat dan tepat sasaran,” ujarnya, Jumat (01/08).
Heria mengatakan DP3AKB telah menyusun program pelatihan dan pendampingan secara berkelanjutan bagi para kader PPA. Heria menekankan bahwa pelatihan tidak hanya fokus pada pemahaman hukum. Tetapi juga pada pendekatan humanis dalam menangani korban kekerasan.
“Kami membekali mereka dengan pengetahuan tentang Undang-Undang Perlindungan Anak, KDRT, serta teknik konseling dasar. Kader tidak hanya bertugas melapor, tetapi juga menjadi pendengar pertama yang mampu meredam trauma korban,” jelasnya.
Menurut Heria pihaknya sangat menyadari pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat dan lembaga perlindungan anak. Karena tanpa kolaborasi yang kuat, upaya pencegahan kekerasan akan sulit mencapai hasil maksimal. Apalagi kehadiran kader di lingkungan warga bisa memberi rasa lebih aman dan saling percaya.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Butuh peran aktif masyarakat dan dukungan lembaga profesional agar perlindungan perempuan dan anak tidak hanya menjadi jargon, tetapi benar-benar hadir di tengah kehidupan warga,” tuturnya.
Heria mengaku optimistis, dalam beberapa tahun ke depan, Balikpapan akan menjadi kota yang tanggap terhadap isu kekerasan. Termasuk mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi perempuan dan anak. Salah satunya dengan peningkatan partisipasi masyarakat dalam program PPA. Hingga saat ini, sebanyak 234 kader PPA telah tersebar di berbagai RT dan siap menjalankan peran mereka.
“Kami ingin menjadikan Balikpapan sebagai model perlindungan komunitas yang efektif. Dengan membangun kekuatan dari tingkat RT, kami yakin perubahan besar bisa terwujud,” tutupnya. (Adv/SUS)
Discussion about this post