Balikpapan, Borneoupdate.com – Kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) di lokasi wisata memerlukan penanganan yang serius. Hal ini menjadi perhatian dari DPRD Kota Balikpapan yang meminta pemerintah segera mencarikan solusi. Terbaru yakni penggunaan tiket elektronik (E-ticketing) di Pantai Manggar.
Menanggapi hal ini, anggota Komisi I DPRD Balikpapan, Iwan Wahyudi, memberikan dukungan penuh. Apalagi pemerintah sudah menggelontorkan dana perbaikan fasilitas umum di lokasi wisata tersebut. Tentunya harus berbanding lurus dengan sistem pengelolaan dan pengawasan. Khususnya untuk mencegah kebocoran pendapatan melalui pintu masuk ilegal.
“Intinya kan meminimalisir kebocoran PAD dan meningkatkan kenyamanan pengunjung. Dua hal ini harus bisa diwujudkan pihak UPTD Pantai Manggar. Makanya kami dukung penerapan E-ticketing,” ujarnya, Senin (03/06).
Secara umum, lanjut Iwan, pihak pengelola masih perlu melakukan perbaikan di sejumlah sektor. Mulai dari tarif parkir yang masih tumpang tindih hingga belum kreatifnya promosi kepada pengunjung. Padahal DPRD sudah berulang kali menyuarakan penyelenggaraan event-event yang melibatkan pihak swasta untuk meningkatkan wisatawan.
“Tidak bisa kalau hanya mengandalkan kunjungan ke pantai saja. Perlu ada terobosan baru. Mungkin bikin event musik pantai dan semacamnya. Kan itu bisa menggandeng promotor swasta yang berkantor di Balikpapan,” tuturnya lagi.
Iwan berharap, tiket elektronik menjadi langkah awal untuk meningkatkan pengelolaan dan pelayanan di Pantai Manggar. Kemudian pengelola mengimbangi dengan proyek kreatif yang menarik minat pengunjung. Sehingga pantai ini dapat menjadi destinasi wisata yang lebih menarik dan menguntungkan bagi semua pihak.
“Kan tujuannya efek ekonomi. Makanya gandeng saja para pelaku UMKM nanti itu meningkatkan ekosistem pariwisata sendiri. Mungkin yang harus kita dorong agenda kalender pariwisata itu dioptimalkan lagi,” tambahnya. (SAN)
Discussion about this post