Samarinda, Borneoupdate.com – Anggota DPRD Kalimantan Timur, Salehuddin, mendesak pemerintah untuk memberikan perhatian lebih serius terhadap kesejahteraan guru swasta. Ia menilai tambahan penghasilan berupa insentif Rp500 ribu per bulan yang saat ini diberikan pemerintah masih jauh dari cukup untuk menopang kebutuhan hidup guru dan keluarganya.
“Kita harus jujur mengakui bahwa penghasilan guru swasta sering kali tidak sebanding dengan pengeluaran keluarga. Insentif Rp 500 ribu itu hanya menjadi penambah, bukan solusi utama,” ujar Salehuddin, Rabu (25/06).
Salehuddin mengungkapkan, banyak guru swasta yang mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga. Kenaikan harga bahan pokok, biaya pendidikan anak, hingga kebutuhan transportasi membuat penghasilan mereka semakin tergerus.
“Guru swasta menghadapi situasi sulit. Mereka tetap mengajar dengan penuh dedikasi, tetapi penghasilan yang diterima sering kali tidak cukup menutup kebutuhan sehari-hari,” katanya.
Menurut Salehuddin, kondisi tersebut bisa berdampak pada kualitas pendidikan jika pemerintah tidak segera mengambil langkah nyata. Untuk itu, ia menekankan perlunya kesetaraan dalam perhatian pemerintah terhadap guru negeri maupun guru swasta. Ia menilai, kontribusi guru swasta sama besarnya dalam mencerdaskan generasi bangsa.
“Jangan ada lagi kesenjangan perhatian. Guru swasta juga pahlawan tanpa tanda jasa. Kita harus memperkuat ekonomi mereka agar tetap bersemangat menjalankan tugas mulia,” tegasnya.
Salehuddin mendorong pemerintah tidak hanya mengandalkan pemberian insentif, tetapi juga menyiapkan program penguatan ekonomi yang berkelanjutan. Ia mengusulkan adanya pelatihan keterampilan tambahan, akses kredit usaha mikro, hingga kemitraan dengan dunia usaha bagi keluarga guru swasta.
“Kalau insentif sifatnya hanya bantuan langsung. Kita perlu program yang bisa mengangkat ekonomi guru swasta dalam jangka panjang,” jelasnya.
Salehuddin juga menyebut DPRD siap membahas regulasi yang berpihak kepada guru swasta dalam penyusunan APBD. Ia mengingatkan bahwa kesejahteraan guru berbanding lurus dengan kualitas pendidikan. Jika guru hidup dalam keterbatasan, fokus mengajar bisa terganggu.
“Bagaimana kita berharap kualitas pendidikan meningkat kalau gurunya sendiri kesulitan ekonomi? Pemerintah harus peka terhadap kenyataan ini. Peningkatan kualitas pendidikan di Kaltim hanya bisa dicapai dengan kesejahteraan guru,” lanjutnya.
Salehuddin meambahkan DPRD Kaltim akan terus menyuarakan kepentingan guru swasta. Ia berjanji mengawal setiap kebijakan yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.
“Kami akan terus kawal agar guru swasta mendapatkan perhatian yang layak. Pendidikan adalah investasi jangka panjang, dan kesejahteraan guru menjadi fondasi utamanya,” pungkasnya. (Adv/SAN)















Discussion about this post