Balikpapan, Borneoupdate.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) untuk terus memperluas program Penerangan Jalan Umum (PJU) berbasis tenaga surya (solar cell). Langkah ini menjadi solusi cerdas untuk menerangi area blind spot sekaligus menekan beban tagihan listrik daerah.
Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Wahyullah Bandung mengatakan inovasi energi terbarukan ini harus menjadi prioritas pembangunan infrastruktur kota. Ia menilai penggunaan teknologi tenaga surya akan memberikan dampak jangka panjang yang signifikan bagi efisiensi anggaran daerah.
“Kami meminta pemerintah kota tidak ragu menambah titik PJU solar cell. Ini bukan sekadar soal lampu, tapi soal efisiensi APBD yang bisa kita hemat setiap bulannya,” ujarnya, Jumat (03/04).
Wahyullah menjelaskan beban biaya listrik untuk penerangan jalan konvensional selama ini cukup menyedot kas daerah. Dengan beralih ke solar cell, pemerintah tidak perlu lagi membayar tagihan bulanan kepada penyedia listrik untuk titik-titik lampu tersebut. Energi gratis dari matahari menjadi modal utama yang sangat melimpah di Kota Beriman.
Selain faktor ekonomis, lanjutnya, aspek keamanan warga menjadi poin krusial dalam usulan ini. Masih banyak kawasan pemukiman dan jalan lingkungan yang gelap gulita saat malam hari. Kondisi ini seringkali memicu kerawanan tindakan kriminal serta meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
“Warga butuh rasa aman saat pulang kerja malam hari. PJU solar cell sangat praktis karena tidak memerlukan penarikan kabel yang rumit ke area pelosok,” jelasnya.
Menurut Wahyullah, DPRD melihat pemasangan PJU tenaga surya sangat efektif untuk menjangkau kawasan yang belum tersentuh jaringan listrik PLN secara maksimal. Proses instalasi yang mandiri membuat lampu-lampu ini bisa berdiri tegak di mana saja tanpa tergantung pada infrastruktur kabel bawah tanah yang mahal.
Tinggal pihak pemerintah, tambahnya berkomitmen untuk memperhatikan aspek perawatan. Ia tidak ingin lampu-lampu yang sudah terpasang justru padam dalam waktu singkat karena kurangnya pemeliharaan baterai atau panel surya. Sinergi antara pengadaan yang berkualitas dan perawatan rutin menjadi kunci keberhasilan program ini.
“Jangan hanya semangat membangun, tapi lemah dalam memelihara. Dinas terkait harus memastikan teknisi siap sedia jika ada panel yang mengalami gangguan,” tambahnya. (man)

















Discussion about this post