Balikpapan, Borneoupdate.com – Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, menyatakan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Ia menyampaikan hal ini saat mewakili Ketua DPRD Kota Balikpapan dalam kegiatan Panen Raya Jagung Kuartal II Tahun 2025 yang berlangsung di Jalan Soekarno-Hatta Km 21, Karang Joang, Kamis (05/06).
Panen raya tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia melalui sambungan virtual dan diikuti secara serentak di berbagai wilayah sentra pertanian nasional. Salah satunya Kota Balikpapan.
Dalam sambutannya, Fauzi mengakui sektor pertanian khususnya produksi jagung memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pangan. Bahkan turut mendukung pergerakan perekonomian daerah. Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada para petani yang telah bekerja keras di tengah berbagai tantangan.
“Kami dari DPRD Kota Balikpapan akan terus mendorong kebijakan yang berpihak pada petani. Ketahanan pangan harus menjadi perhatian utama, apalagi Kota Balikpapan tengah berkembang pesat seiring dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara,” ujarnya.
Untuk itu, Fauzi mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk instansi pemerintah dan swasta, untuk bersinergi dalam memperkuat sektor pertanian lokal. Menurutnya, kolaborasi antar pihak sangat diperlukan agar hasil panen semakin meningkat dan kesejahteraan petani ikut terangkat.
Apalagi kegiatan panen jagung ini merupakan bagian dari program nasional untuk mendukung ketersediaan pangan pokok. Presiden RI dalam arahannya menekankan pentingnya menjaga kedaulatan pangan dan memanfaatkan potensi lahan secara maksimal di seluruh daerah.
“Setiap daerah harus menjadi lumbung pangan bagi wilayahnya sendiri. Agar setiap daerah punya kemandirian pangan. Kita tidak boleh bergantung terus pada impor. Itu tadi pesan Presiden kita dalam pertemuan lewat daring,” jelasnya.
Fauzi menambahkan DPRD akan terus mengawal program-program pertanian dari sisi regulasi dan penganggaran. Ia menilai peningkatan anggaran untuk sektor pertanian harus menjadi prioritas. Agar program seperti panen raya ini tidak hanya menjadi seremonial tetapi berdampak nyata bagi kehidupan petani.
“Kami tidak ingin pertanian hanya dijadikan pelengkap dalam pembangunan. Sektor ini harus menjadi fondasi yang kuat, karena pangan menyangkut hajat hidup orang banyak. Kami siap bantu anggaran pengembangan produk pangan kita,” tambahnya. (SAN)
Discussion about this post