Balikpapan, Borneoupdate.com – Komisi IV DPRD Kota Balikpapan mendukung langkah strategis untuk pembinaan moral generasi muda selama bulan suci. Mereka meminta seluruh satuan pendidikan di Kota Beriman mengintensifkan program pesantren Ramadan bagi para siswa.
Sekretaris Komisi IV DPRD Balikpapan, Muhammad Hamid, menilai momentum Ramadan sebagai waktu terbaik untuk menanamkan nilai-nilai religius. Ia mendorong Dinas Pendidikan agar memastikan setiap sekolah memiliki agenda penguatan karakter yang berkualitas.
“Kami selaku anggota DPRD mengimbau dinas terkait agar seluruh sekolah, baik SD maupun SMP, menanamkan pendidikan Pesantren Ramadan. Momentum ini hanya datang setahun sekali,” ujarnya, Rabu (04/03).
Hamid tidak hanya menyasar sekolah di bawah naungan pemerintah kota. Ia juga menaruh perhatian besar pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat.
Meski secara administratif kewenangan SMA berada di tangan pemerintah provinsi, dirinya tetap menyerukan hal serupa. Ia menilai kerja sama lintas instansi sangat perlu demi menyelamatkan masa depan remaja Balikpapan dari pengaruh negatif.
“Kami tetap mendorong agar tingkat SMA menerapkan program serupa. Pendidikan karakter tidak boleh terhambat oleh batasan kewenangan administratif,” lanjutnya.
DPRD, lanjut Hamid, melihat Pesantren Ramadan sebagai solusi jitu membendung kenakalan remaja. Kegiatan ini mampu mengisi waktu luang siswa dengan aktivitas bermanfaat seperti pendalaman kitab suci dan diskusi akhlak.
Kurikulum Pesantren Ramadan tahun ini harus tampil lebih menarik dan relevan bagi kaum milenial. Karenanya pihak sekolah harus mampu mengemas materi yang mencegah siswa terjerumus dalam aksi balap liar maupun tawuran.
“Kegiatan ini akan menjadi benteng moral bagi siswa. Kita ingin mereka fokus pada ibadah dan pengembangan diri daripada melakukan tindakan yang merugikan masyarakat,” jelasnya.
Pihak legislatif, tambah Hamid, juga mengajak orang tua untuk mendukung penuh program sekolah ini. Kesinambungan antara pendidikan di sekolah dan pengawasan di rumah akan membuahkan hasil yang maksimal.
Ia percaya investasi pada pendidikan agama akan melahirkan generasi yang lebih santun dan disiplin. Di mana lingkungan sekolah menjadi tempat persemaian budi pekerti yang kuat selama bulan puasa.
“Mari kita manfaatkan bulan suci ini untuk mencetak generasi yang cerdas secara intelektual dan mulia secara spiritual. Sekolah harus menjadi pelopor perubahan positif bagi anak-anak kita,” tutupnya. (san)
















Discussion about this post