Balikpapan, Borneoupdate.com – Momentum Ramadan selalu dibarengi dengan melonjaknya konsumsi masyarakat, DPRD Kota Balikpapan mengeluarkan peringatan keras terkait keamanan pangan. Lembaga legislatif ini menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap peredaran produk di seluruh jaringan ritel modern guna menjamin perlindungan konsumen dari produk yang tidak layak edar.
Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Yono Suherman, menyoroti fenomena peningkatan transaksi jual beli yang masif selama bulan suci. Menurutnya, lonjakan permintaan ini kerap menjadi celah bagi masuknya produk bermasalah jika tidak dibarengi dengan kontrol lapangan yang intensif.
“Peningkatan aktivitas belanja di bulan Ramadan harus menjadi perhatian serius semua pihak. Kami meminta instansi terkait tidak lengah, baik dalam memantau pasar tradisional maupun jaringan ritel modern yang menjamur di kota ini,” ujarnya, Ahad (08/03).
Yono menjelaskan sebagai kota jasa, Balikpapan memang menjadi pasar empuk bagi berbagai jaringan ritel besar. Sebut saja nama-nama populer seperti Alfamart, Indomaret, dan Alfamidi, hingga pemain lokal dan grosir besar seperti Yova Mart, Maxi Swalayan, Susana, Ujung Pandang, Lotte, serta Here. Kehadiran gerai-gerai ini yang tersebar hingga ke pemukiman warga menuntut skema pengawasan yang lebih sistematis.
Yono menekankan langkah ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan upaya preventif untuk memastikan masyarakat mendapatkan bahan pangan yang aman, halal, dan bebas dari tanggal kedaluwarsa. Ia tidak ingin ada temuan barang rusak atau kadaluarsa yang terselip di rak pajangan saat warga tengah antusias memenuhi kebutuhan sahur dan berbuka.
Lebih lanjut, politisi ini meminta Pemerintah Kota Balikpapan segera merapikan basis data mengenai persebaran gerai ritel di seluruh wilayah. Hal ini mencakup data lengkap jumlah gerai milik pengusaha lokal maupun jaringan nasional yang beroperasi di Balikpapan.
“Pemerintah harus memiliki data valid mengenai jumlah dan titik koordinat gerai mereka. Dengan data yang lengkap, pemerintah bisa memetakan wilayah distribusi secara akurat. Ini kunci agar pengawasan bisa dilakukan secara efektif dan menyeluruh, bukan sekadar sampling di tengah kota saja,” tuturnya.
Yono berharap tim gabungan dari Dinas Perdagangan maupun Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) dapat menyisir distribusi pangan hingga ke sudut-sudut kota. DPRD Balikpapan berkomitmen untuk terus mengawal isu ini demi memastikan kenyamanan dan keamanan warga selama menjalankan ibadah puasa.
“Jangan sampai masyarakat yang dirugikan. Kita ingin memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan warga Balikpapan sebanding dengan kualitas pangan yang mereka konsumsi,” pungkasnya. (san)

















Discussion about this post