Balikpapan, Borneoupdate.com – DPRD Kota Balikpapan mengajak semua pihak membangun pertanian lokal. Hal itu untuk menyikapi pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) ke wilayah Kaltim. Karena kota minyak berbatasan langsung dengan Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai pusat IKN. Otomatis ada dampak sosial yang bakal muncul.
Dalam resesnya, anggota DPRD Balikpapan, Muhammad Raja Siraj menyebut pertambahan penduduk yang paling mencolok. Kondisi itu akan memberi beban pada ketersediaan pasokan pangan. Apalagi kota minyak memiliki ketergantungan pada kiriman dari daerah lain. Seperti Pulau Jawa dan Sulawesi.
“Kebetulan kami reses banyak petani di sini. Kan petani ada banyak di Balikpapan Timur dan Balikpapan Utara. Tentu kita harus bersinergi agar pertanian mampu naik kelas. Kita harus punya upaya meningkatkan produksi pangan setempat,” ujarnya, Rabu (13/11).
Untuk itu, lanjut Raja, pemerintah harus bersiap menghadapi tantangan ini. Di mana pertambahan jumlah penduduk berakibat hadirnya ribuan pekerja untuk mempercepat pembangunan. Jadi putra daerah harus mampu juga meningkatkan kemampuan bersaingnya. Sekaligus peluang bagi daerah untuk bersiap menjadi wilayah penyangga IKN.
“Kan program dari presiden kita, pak Prabowo, adalah ketahanan pangan. Artinya petani lokal harus mampu berkiprah menyediakan bahan pangan. Maka pemerintah harus juga memfasilitasi agar petani tidak sekedar naik produksinya,” jelasnya.
Menurut Raja, peningkatan jumlah penduduk ini tentunya menghadirkan kebutuhan pangan yang lebih besar. Oleh karena itu, penting bagi Pemerintah Kota Balikpapan untuk menggali potensi pembangunan dan pengembangan di sektor pertanian. Dengan berpijak pada kondisi pertanian yang dimiliki, pemerintah setempat harus segera menyiapkan langkah strategis. Agar Balikpapan bisa penyokong kebutuhan pangan bagi penduduk IKN dan sekitarnya.
“Kita penting sekali memastikan ketersediaan pangan lokal. Jangan sampai terlalu tergantung pada barang dari luar. Memang selama ini Balikpapan mengandalkan pasokan dari luar daerah. Jadi memang daya saing produk pangan lokal masih lemah,” tuturnya lagi.
Raja berharap pemerintah berkomunikasi secara rutin dengan Otorita IKN. Khususnya guna menciptakan koordinasi yang lebih baik dalam pengembangan sektor pertanian. Hal ini penting agar dapat menjadikan pertanian sebagai salah satu pilar ekonomi daerah. (Adv/SAN)
Discussion about this post