Samarinda, Borneoupdate.com – Komisi IV DPRD Kalimantan Timur mendesak Pemerintah Kota Samarinda untuk segera mengambil langkah tegas dan sistematis dalam mengatasi persoalan sampah yang kian meresahkan warga. Anggota Komisi IV, Fuad Fakhruddin, menilai masalah ini sudah terlalu lama dibiarkan tanpa solusi konkret. Sementara dampaknya terus menimpa masyarakat.
“Setiap musim hujan, warga kembali dihantui banjir. Sumber utamanya adalah saluran air yang tersumbat sampah. Ini bukti bahwa penanganan sampah masih jauh dari kata berhasil,” ujarnya, Kamis (03/07).
Fuad mengungkapkan perilaku membuang sampah sembarangan semakin membudaya. Terutama di lingkungan padat penduduk. Warga sering kali membuang sampah ke parit, sungai, bahkan ke tepi jalan tanpa rasa bersalah. Namun ia menyebut persoalan ini bukan semata-mata kesalahan masyarakat.
“Pemerintah juga harus instrospeksi. Sosialisasi tentang pentingnya menjaga lingkungan masih minim. Fasilitas tempat pembuangan sementara (TPS) juga belum memadai dan tidak tersebar merata. Ini harus menjadi evaluasi,” jelasnya.
Untuk itu, Fuad meminta Pemkot Samarinda segera menyusun program terpadu yang melibatkan seluruh elemen. Mulai dari RT, kelurahan, hingga dinas teknis. Ia mendorong agar edukasi lingkungan masuk dalam agenda rutin pemerintah kota. Termasuk sanksi tegas bagi warga yang membuang sampah sembarangan. Hal ini menjadi penting untuk menimbulkan efek jera.
“Selama ini pendekatannya terlalu normatif. Kita butuh tindakan. Edukasi lingkungan harus masif dan menyentuh langsung masyarakat. Petugas kebersihan tidak bisa bekerja sendiri. Lalu kita perkuat lewat penegakan hukum,” tuturnya lagi.
Dalam waktu dekat, lanjut Fuad, Komisi IV DPRD Kaltim juga berencana memanggil Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda. Hal itu untuk meminta laporan terkait pengelolaan sampah yang selama ini dilakukan. Dirinya menginginkan evaluasi menyeluruh dalam tata kelola sampah Samarinda. Mulai dari sistem pengangkutan hingga lokasi TPA yang sudah kelebihan kapasitas.
“Semua harus dikaji ulang. Kalau memang perlu perubahan sistem, kita siap dukung anggarannya. Yang penting, ada kemauan dan aksi nyata dari Pemkot. Ini soal menyelamatkan kota kita. Samarinda tidak akan bebas banjir kalau masalah sampah terus diabaikan,” lanjutnya.
Fuad mengingatkan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah bukan hanya soal anggaran. Tapi kemauan politik dan kepemimpinan yang kuat. Melalui dorongan ini, DPRD Kaltim berharap Pemkot Samarinda segera merespons dan tidak lagi memandang masalah sampah sebagai urusan teknis semata. Sebab, di balik tumpukan sampah, ada potensi bencana yang setiap saat mengintai kota. (Adv/SAN)















Discussion about this post