Balikpapan, Borneoupdate.com – Pemerintah Kota dan DPRD Balikpapan sedang gencar mendorong transformasi ke media digital. Namun pihak legislatif menjamin tetap mempertahankan keberadaan reklame skala kecil di depan pertokoan. Kebijakan ini menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sekretaris Komisi II DPRD Balikpapan, Taufik Qul Rahman, mengatakan komitmen tersebut dalam upaya penataan estetika kota. Ia menjelaskan bahwa rencana peralihan ke videotron hanya menyasar papan reklame konvensional berukuran besar yang sudah tidak efisien. Sebaliknya, reklame kecil yang menempel pada bangunan toko tetap mendapat lampu hijau.
“Kami tidak akan menghapus seluruh reklame lama. Reklame skala kecil di depan pertokoan tetap boleh beroperasi karena fungsinya sangat vital bagi identitas usaha warga,” ujarnya, Kamis (05/03).
Taufik menilai kehadiran papan nama toko atau reklame ukuran mini masih sangat relevan dengan kebutuhan pasar saat ini. Media tersebut membantu konsumen mengenali lokasi usaha secara langsung tanpa harus melihat layar digital. Namun, ia memberikan catatan khusus terkait aspek ketertiban dan kepatuhan terhadap regulasi tata ruang.
“Sepanjang papan tersebut tidak mengganggu ketertiban umum dan tidak menabrak aturan tata ruang, silakan lanjutkan. Kami hanya ingin menertibkan visual kota agar tidak terkesan semrawut oleh tiang-tiang besi raksasa yang berkarat,” lanjutnya.
Langkah ini, menurut Taufik, sekaligus menjawab kekhawatiran para pemilik toko mengenai biaya iklan digital yang mungkin lebih tinggi. Maka mempertahankan reklame konvensional skala kecil berfungsi menjaga beban operasional pelaku UMKM. Di sisi lain, pemerintah kota tetap bisa menarik pajak reklame secara efektif melalui sistem pendataan yang lebih rapi.
Taufik berharap penataan ini menghasilkan keseimbangan antara kemajuan teknologi dan keberlangsungan ekonomi kerakyatan. Balikpapan harus bertransformasi menjadi kota modern tanpa harus mematikan denyut nadi usaha kecil yang selama ini menopang ekonomi daerah.
“Visi kami jelas, Balikpapan harus tampil cantik sebagai beranda IKN. Namun tetap ramah bagi seluruh lapisan pengusaha. Karena modernisasi tata kota tidak selalu harus mengorbankan kearifan lokal ekonomi Masyarakat,” tambah politisi PKB ini. (ane)

















Discussion about this post