Balikpapan, Borneoupdate.com – Menghadapi tantangan dalam penyediaan air bersih di kota minyak, Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Muhammad Taqwa, mengusulkan langkah proaktif untuk mendengarkan keluhan warga. Banyak penduduk yang hingga kini masih kesulitan mendapatkan pasokan air dari PDAM.
“Sebagian besar warga mengeluh tentang sulitnya mendapatkan air dari PDAM. Meskipun mereka terdaftar sebagai pelanggan, aliran air seringkali hanya didistribusikan pada waktu-waktu tertentu,” ujarnya, Sabtu (23/11).
Menurut Taqwa, kondisi geografis yang mempengaruhi distribusi air menjadi salah satu faktor utama. Rumah-rumah yang terletak di perbukitan kesulitan menerima air bersih, terutama ketika permintaan air meningkat selama musim kemarau. “Kondisi ini sangat mengkhawatirkan, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah tinggi seperti Balikpapan Tengah dan Balikpapan Barat,” ungkapnya.
Menanggapi masalah yang ada, Taqwa menilai pembuatan sumur bor merupakan solusi yang efektif untuk memenuhi kebutuhan air bersih secara berkelanjutan. Ia mengharapkan pemerintah setempat untuk menyediakan anggaran yang dibutuhkan agar proyek ini dapat segera direalisasikan. Karena itu, DPRD akan mengawal proses pengajuan sejak dari tingkat kelurahan.
“Sumur bor mungkin akan sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan air bagi warga. Kami akan mengajukan proposal kepada Dinas PU dan berharap proyek ini bisa masuk ke dalam e-planning. Tinggal kita kawal dari sisi pembahasan anggaran,” lanjutnya.
Taqwa mengaku siap memperjuangkan hal ini dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrembang) yang akan berlangsung pada bulan April hingga Mei tahun depan. “Saya berkomitmen untuk memperjuangkan hak-hak warga, termasuk akses air bersih yang merupakan kebutuhan dasar,” tuturnya lagi.
Lewat upaya ini, Taqwa berharap agar warga Balikpapan dapat segera menikmati akses air bersih yang berkualitas dan berkelanjutan. Dengan adanya perhatian dari wakil rakyat permasalahan pasokan air bersih di kota minyak bisa teratasi. Sehingga memberikan harapan baru bagi masyarakat yang belum mendapat akses air bersih secara merata.
“Kesejahteraan masyarakat itu jadi kewajiban wakil rakyat. Salah satu indikatornya adalah akses terhadap air bersih. Kalau tidak merata berarti belum berhasil pemerintah. Tapi air baku kita masih terbatas dan belum ada solusi,” tambahnya. (Adv/SAN)
Discussion about this post