Balikpapan, Borneoupdate.com – Komisi I DPRD Kota Balikpapan menyoroti arah penyaluran bantuan sosial dari kegiatan penggalangan dana (infak) masyarakat. Para wakil rakyat menilai penyelenggara penggalangan dana harus memprioritaskan bantuan untuk warga di dalam daerah sendiri. Langkah ini bertujuan untuk mempermudah sistem pengawasan dan memastikan ketepatan sasaran.
Anggota Komisi I, Iwan Wahyudi menyebut kondisi di lapangan menunjukkan fenomena yang kontradiktif. Banyak bantuan masyarakat justru mengalir ke luar daerah secara masif. Padahal, masih banyak warga Balikpapan yang membutuhkan uluran tangan dan perhatian serius dari sesama warga kota.
Untuk itu, dirinya memberikan pendapat terkait pola kedermawanan ini. Ia menekankan penguatan solidaritas lokal harus menjadi fondasi utama sebelum menyasar wilayah lain. Hal ini berkaitan erat dengan tanggung jawab sosial terhadap tetangga terdekat.
“Kegiatan penggalangan dana seharusnya memprioritaskan penyaluran ke dalam daerah. Masa dapat dana di sini lalu dikasih ke orang luar. Kami ingin prioritaskan dulu orang setempat. Kan jelas tepat sasaran,” ujarnya, Jumat (03/04).
Iwan mengakui membantu masyarakat kesusahan di daerah lain adalah tindakan mulia. Warga Balikpapan termasuk memiliki jiwa sosial yang tinggi dalam merespons musibah nasional. Namun, skala prioritas tetap harus menjadi acuan utama dalam kondisi normal.
Anggota legislatif ini menyarankan masyarakat untuk melihat kondisi lingkungan sekitar terlebih dahulu. Jika tidak ada situasi darurat atau bencana besar di luar daerah, maka perhatian penuh harus kembali ke rumah sendiri. Masih banyak keluarga prasejahtera di Balikpapan yang memerlukan dukungan logistik maupun biaya pendidikan.
“Bantuan untuk korban bencana di daerah lain tentu merupakan bentuk solidaritas yang patut kita apresiasi. Tapi jika tidak ada kondisi darurat atau bencana besar, masyarakat sebaiknya memprioritaskan bantuan bagi warga yang membutuhkan di kota sendiri,” jelasnya.
Menurut Iwan instansi terkait perlu memperketat pengawasan terhadap izin penggalangan dana. Pemerintah kota perlu memastikan dana yang terkumpul benar-benar memberikan dampak bagi kesejahteraan warga lokal. Hal ini juga mencegah potensi penyalahgunaan dana oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Transparansi penyaluran itu jadi kunci utama. Ya kita ingin lembaga yang buka donasi infak berkontribusi bagi daerah lokal. Kami ingin warga Balikpapan saling menguatkan. Jangan sampai kita sibuk membantu yang jauh, sementara tetangga sebelah rumah sedang kesulitan makan,” tambahnya. (man)
















Discussion about this post