Balikpapan, Borneoupdate.com – DPRD Kota Balikpapan mendorong penguatan penanggulangan bencana kebakaran yang terus meningkat. Terutama di kawasan padat penduduk yang menyebabkan petugas kesulitan melakukan pemadaman. Pihak legislatif ini mengusulkan pembangunan Ground Water Tank (GWT) atau tangki air bawah tanah sebagai pasokan air untuk pemadam api.
Langkah ini, kata anggota DPRD Balikpapan, Syarifudin Oddang, menyasar kawasan padat penduduk yang selama ini sulit terjangkau armada besar. Wilayah perbukitan juga menjadi prioritas karena petugas pemadam sering kewalahan menjangkau titik api. Infrastruktur tangki air ini akan memastikan ketersediaan pasokan air dalam jumlah besar tanpa bergantung pada mobil tangki.
Ia menilai keberadaan GWT jauh lebih efektif daripada mengandalkan hidran konvensional. Karena banyak hidran di lapangan yang saat ini sulit berfungsi optimal saat keadaan darurat terjadi. Kondisi itu berakibat pasokan air menjadi terbatas. Akibatnya proses pemadaman bisa berlangsung lama saat terjadi kebakaran skala besar.
“GWT bisa menjadi solusi konkret untuk mengatasi kendala distribusi air saat kebakaran. Alat ini bisa menggantikan hidran yang sering tidak mengalir atau rusak. Tinggal pihak BPBD saja melakukan kajian dan prosesnya di lapangan,” ujarnya, Ahad (05/04).
Oddang mengatakan pemanfaatan GWT memberikan keuntungan ganda bagi keselamatan lingkungan warga. Masyarakat sekitar dapat mengoperasikan fasilitas ini secara mandiri sebagai langkah penanganan awal. Kecepatan tindakan pertama sangat menentukan agar api tidak merambat luas ke bangunan lain. Di mana Warga bisa langsung menyedot air dari tangki bawah tanah tersebut secara manual.
“Jelas ini bisa memangkas waktu tunggu kedatangan petugas pemadam. Kan mungkin terhambat kemacetan atau medan yang sempit. Warga dapat bertindak cepat melakukan pemadaman pertama sambil menunggu armada tiba di lokasi,” jelasnya.
Menurut Oddang fasilitas ini memerlukan dukungan edukasi yang kuat. Pemerintah melalui dinas terkait harus memberikan pembekalan dan pelatihan teknis penggunaan alat kepada masyarakat setempat. Tanpa keterampilan yang cukup, infrastruktur ini tidak akan berfungsi maksimal. Ia juga meminta BPBD segera membuat peta titik pemasangan tangki air ini.
“Kawasan padat di lereng bukit harus menjadi fokus utama. Itu harus pembangunan pada tahap awal. Kami ingin sistem keamanan warga lebih mandiri dan tangguh menghadapi ancaman bencana kebakaran,” pungkasnya. (man)
















Discussion about this post