Balikpapan, Borneoupdate.com – Usulan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Rumah Sakit (RS) Sayang Ibu di Balikpapan Barat semakin menguat. Sejumlah fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan mulai melayangkan surat resmi untuk mempercepat penyelesaian proyek layanan kesehatan umum tersebut.
Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Haris mengatakan hingga saat ini, usulan tersebut masih tertahan di meja pimpinan untuk proses administrasi internal. Meski demikian, dorongan politik dari tingkat fraksi terus mengalir. Mereka menilai jalur Pansus merupakan solusi paling efektif untuk mengurai persoalan pembangunan rumah sakit di wilayah barat tersebut.
“Proses penyelesaian kasus Rumah Sakit Sayang Ibu ini kami nilai cukup lama. Harusnya memang ada intervensi khusus. Sangat wajar jika sejumlah fraksi mendorong agar pembahasan segera berlanjut melalui mekanisme Pansus,” ujarnya, Ahad (05/04).
Haris mengungkapkan dukungan pembentukan Pansus bukan sekadar wacana lisan. Berdasarkan data yang ia terima, mayoritas kekuatan politik di parlemen sudah satu suara. Setidaknya terdapat empat fraksi yang secara terbuka menginginkan pembentukan tim khusus pengawasan ini. Bahkan ada yang sudah bersurat secara resmi kepada pimpinan DPRD.
“Informasi yang kami terima ada empat fraksi yang sudah mendorong agar Pansus segera terbentuk. Ada juga fraksi yang secara resmi sudah menyurati pimpinan DPRD untuk menindaklanjuti usulan Pansus. Ini kan dinamika yang perlu disikapi segera,” jelasnya.
Menurut Haris, usulan Pansus ini berakar dari kekhawatiran terhadap mandeknya progres pembangunan fisik maupun administratif. Warga Balikpapan Barat sangat menantikan kehadiran fasilitas medis ini untuk memutus jarak layanan kesehatan. Namun, berbagai kendala teknis dan hukum justru membuat proyek ini seolah jalan di tempat.
Keberadaan Pansus, lanjutnya, akan memiliki kewenangan lebih luas. Mulai memanggil pihak terkait, melakukan audit lapangan, hingga meninjau aspek legalitas lahan. Instrumen ini dianggap mampu memberikan transparansi total kepada masyarakat Balikpapan. DPRD ingin memastikan tidak ada rupiah anggaran daerah yang terbuang sia-sia dalam proyek strategis ini.
“Kami sekarang tinggal menunggu selesainya proses administrasi di internal sekretariat DPRD. Begitu urusan surat-menyurat rampung, pimpinan tentu akan segera mengambil keputusan terkait jadwal rapat paripurna,” tambahnya. (sus)
















Discussion about this post