Balikpapan, Borneoupdate.com – Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) Kaltim mengakhiri kegiatan khitanan keliling 2021. Lokasi ibu kota negara (IKN) yang baru menjadi tempat terakhir pelaksanaan khitanan khusus untuk wilayah pedalaman ini. Sebelumnya sudah ada tiga tempat sasaran kegiatan. Yaitu di Sebulu Kabupaten Kukar, Bongan Kabupaten Kutai Barat dan Nenang Kabupaten Penajam Paser Utara.
Sekretaris Umum Kokam Kaltim, Iwan Sulistia mengatakan khitanan massal kali ini berlokasi di masjid al Muhajirin, PT ITCI, Kelurahan Maridan, Kecamatan Sepaku. Wilayah ini merupakan bagian dari IKN yang bakal terbentuk di Kabupaten PPU dan Kukar. Titik lokasi ini sesuai dengan target yang mengkhususkan bagi daerah yang cukup jauh dari ibukota kabupaten setempat.
“Jumlah peserta hari ini sebanyak 26 orang. Pekan lalu di Nenang kita ada 21 peserta. Jadi total peserta kita untuk di Kabupaten PPU mencapai 47 orang,” ujarnya di lokasi acara, Ahad (23/01) siang.
Tahun ini, lanjut Iwan, pihaknya menargetkan total 300 peserta. Namun tetap menyesuaikan animo masyarakat untuk mendaftarkan anaknya. Dimana dari data Kokam Kaltim tercatat ada 50 peserta dari Kukar, 25 dari Kubar dan 47 dari PPU. Sehingga total peserta yang mengikuti program khitanan ini mencapai 122 orang.
“Target kami ada 300 peserta dari khitanan tahun ini. Jumlah peserta yang ikut tercatat 122 orang. Titik lokasinya berada di empat tempat. Itu berada di kecamatan Sebulu, Bongan, Penajam dan Sepaku,” jelasnya.

Untuk pelaksanaan di lapangan, tutur Iwan, panitia Kokam melibatkan pihak desa tujuan. Termasuk tenaga kesehatan di puskesmas terdekat agar mempermudah proses khitan dan perawatan setelahnya. Bahkan para peserta tetap wajib mematuhi protokol kesehatan saat acara berlangsung. Seperti menjaga jarak dan penggunaan masker baik bagi anak maupun pengantar.
“Kami sangat terbantu dengan sambutan dari pihak lokal. Mereka membantu penyiapan tempat hingga peserta. Bahkan tadi mereka meminta kegiatan kita bisa berlanjut di masjid ini lagi tahun depan,” tuturnya lagi.
Menurut Iwan, kegiatan Kokam ini bakal terus berlanjut sebagai upaya meringankan beban masyarakat di masa pandemi. Mengingat kondisi ini juga berdampak pada perekonomian masyarakat. Bahkan ada yang sampai terkena PHK sejak pembatasan berlangsung. Apalagi hingga kini belum ada kepastian waktu berakhirnya pandemi Covid-19.
“Makanya kami mengentuk hati para donatur. Mereka kasih donasi lalu kami yang melaksanakannya. Khitan juga bagian dari ajaran agama Islam. Jadi kami ingin meski masih pandemi masyarakat tetap menjalankan ajaran agamanya. Ini wujud kontribusi kami ke pada masyarakat,” tambahnya.
Iwan menambahkan masyarakat jelas mendapatkan manfaat dari kegiatan khitanan massal ini. Khususnya mereka yang terkendala biaya untuk mengkhitankan anaknya. Selain gratis, peserta khitan juga mendapatkan snack, nasi kotak serta souvenir berupa sarung dan pakaian sholat.
“Alhamdulillah program khitanan masal di desa pedalaman telah selesai. Kami atas nama BPO Kokam Kaltim memgucapkan banyak terima kasih untuk seluruh anggota dan sponsor yang turut membantu. Semoga dakwah dan amal jariyah kita diterima Allah,” tutupnya. (FAD)
















Discussion about this post