Balikpapan, Borneoupdate.com – Komitmen untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Balikpapan bukan sekadar gertakan. Komisi II DPRD Balikpapan memastikan aksi Inspeksi Mendadak (Sidak) kepatuhan pajak akan menjadi agenda rutin yang panjang. Langkah tegas ini diambil untuk memastikan setiap pelaku usaha menjalankan kewajibannya secara transparan. Tidak ada ruang bagi siapa pun untuk bermain-main dengan setoran pajak daerah.
Sekretaris Komisi II DPRD Balikpapan, Taufik Qul Rahman, mengatakan pihaknya tidak akan pandang bulu dalam melakukan pengawasan. Sebelumnya, tim parlemen telah menyisir salah satu titik ekonomi paling bergengsi di Kota Minyak. Fokus utamanya adalah memastikan alat perekam transaksi atau tapping box berfungsi optimal dan pajak yang dibayarkan konsumen benar-benar masuk ke kas negara.
“Sidak yang lalu kami fokuskan di mall terbesar di Balikpapan, yaitu BSB. Sasarannya restoran, jasa kebugaran seperti SPA, hingga tempat hiburan,” ujarnya, Senin (02/03).
Taufik menjelaskan operasi lapangan ini tidak hanya menyasar usaha kecil. Pihaknya menjadikan tempat hiburan kelas atas dan pusat kebugaran juga sasaran utama karena perputaran uangnya yang besar. Bahkan, fasilitas hiburan spesifik dan restoran dengan label harga selangit di kawasan Balikpapan SuperBlock (BSB) ikut dipelototi.
“Target kami termasuk bowling dan restoran yang termahal di situ. Semua dicek satu per satu untuk melihat sejauh mana kepatuhan mereka terhadap pajak daerah,” jelasnya.
Menurut Taufik sidak ini begitu penting karena kepatuhan pajak adalah fondasi pembangunan kota. Ketika pelaku usaha taat pajak, maka dana tersebut akan kembali ke masyarakat dalam bentuk infrastruktur dan layanan publik.
Aksi turun ke lapangan ini juga merupakan bentuk respons atas laporan adanya potensi kebocoran pajak pada sektor-sektor tertentu. Melalui sidak mendadak, celah untuk melakukan manipulasi data transaksi diharapkan dapat tertutup rapat. DPRD memastikan sidak di BSB hanyalah permulaan. Ke depan, wilayah lain di Balikpapan akan segera mendapatkan giliran yang sama.
Taufik mengingatkan para pengusaha agar tetap disiplin dalam melaporkan omzetnya. Pihaknya tidak ingin ada disparitas antara gaya hidup mewah bisnis tersebut dengan kontribusi pajak yang minim.
“Ini akan terus berlanjut. Kami ingin memastikan semua usaha yang berdiri di Balikpapan taat aturan. Ini demi meningkatkan PAD kita,” tuturnya lagi.
Taufik menambahkan kegiatan sidak ini menjadi sinyal kuat bagi para pemilik usaha. DPRD tidak lagi sekadar duduk di belakang meja. Melainkan siap turun ke lapangan kapan saja untuk menjemput hak daerah yang tertunda. (ane)

















Discussion about this post