Balikpapan, Borneoupdate.com – Komisi IV DPRD Kota Balikpapan mendorong penambahan satu unit sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah Balikpapan Timur. Langkah ini dinilai mendesak untuk menjawab kebutuhan daya tampung siswa yang terus meningkat setiap tahun.
Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali menyampaikan jumlah sekolah yang ada saat ini belum mampu mengakomodasi seluruh lulusan sekolah dasar di kawasan tersebut. Ia menyebut Balikpapan Timur memang telah memiliki enam SMP, namun kapasitasnya belum mencukupi. “Masih kurang satu sekolah lagi untuk mengatasi kekurangan daya tampung siswa,” ujarnya, Senin (06/04).
Gasali menjelaskan, pertumbuhan penduduk di Balikpapan Timur terus meningkat. Kondisi itu berdampak langsung pada jumlah peserta didik baru setiap tahun. Sekolah yang ada sudah mulai mengalami tekanan kapasitas. Terutama saat penerimaan siswa baru. Dirinya menilai pemerintah kota perlu segera merespons kondisi ini dengan perencanaan konkret. Ia meyakini pembangunan unit sekolah baru akan menjadi solusi jangka menengah yang efektif untuk mengurangi kepadatan.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan sekolah yang ada. Kalau dibiarkan, akan semakin banyak siswa yang tidak tertampung,” jelasnya.
Gasali juga menyoroti potensi dampak sosial jika daya tampung tidak terpenuhi. Menurutnya, keterbatasan akses pendidikan bisa memicu persoalan baru, seperti meningkatnya angka putus sekolah atau perpindahan siswa ke wilayah lain yang justru membebani sekolah di daerah tersebut. Selain itu, ia menekankan pentingnya pemerataan fasilitas pendidikan di seluruh wilayah kota. Ia tidak ingin terjadi ketimpangan layanan pendidikan antara satu kecamatan dengan kecamatan lainnya.
“Pemerataan itu penting. Semua anak harus punya kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak di wilayahnya sendiri,” tuturnya lagi.
Komisi IV, tambah Gasali, akan mendorong pembahasan ini dalam forum anggaran bersama pemerintah kota. Ia memastikan pihaknya siap mengawal usulan pembangunan sekolah baru agar masuk dalam prioritas program daerah. Untuk itu, pihak DPRD meminta dinas terkait untuk segera melakukan kajian teknis. Seperti penentuan lokasi yang strategis dan proyeksi jumlah siswa dalam beberapa tahun ke depan.
“Langkah itu penting agar pembangunan benar-benar tepat sasaran. Kajian harus matang. Jangan sampai kita bangun sekolah tapi lokasinya tidak sesuai kebutuhan masyarakat,” tambahnya. (ibn)

















Discussion about this post