Balikpapan, Borneoupdate.com – Sebagai daerah pertanian, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, memiliki akses sebagai produsen. Kondisi ini tentu membutuhkan wilayah pemasaran atas hasil produk pertanian yang ada. Untuk itu DPRD Kabupaten Kulon Progo mengunjungi Kota Balikpapan. Mereka menilai kota ini memiliki peluang pasar yang besar. Apalagi posisinya cukup strategis sebagai pintu masuk Kaltim dan penyangga utama Ibu Kota Negara.
Menanggapi hal ini, Sekretaris DPRD Kota Balikpapan, Arfiansyah menyambut baik kunjungan kerja dari 25 wakil rakyat ini. Di mana dirinya melibatkan perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (DPMPTSP). Kedua pihak membahas potensi peluang kerja sama ekonomi menghadapi pemindahan IKN.
“Pimpinan dan anggota DPRD kami masih ada agenda Reses yang dimulai 23-27 Oktober 2023. Jadi kami yang membantu memfasilitasi,” ujarnya, Senin (23/10).
Arfiansyah menilai penawaran kerja sama ini sangat pas. Sebab Kota Balikpapan memiliki ketergantungan dengan daerah penghasil hingga 85 persen dari kebutuhan di pasaran. Kondisi itu akan semakin meningkat seiring pertambahan penduduk sebagai dampak IKN. Maka pemerintah setempat perlu menjajaki kerja sama dengan daerah penghasil lainnya.
“Output hasil tadi yang didapatkan, ternyata di Kulon Progo adalah salah satu kota penghasil pertanian. Nah, mereka menawarkan kerja sama kepada Kota Balikpapan selaku penyangga IKN Nusantara,” tuturnya lagi.
Arfiansyah menambahkan, pemindahan IKN membawa sejumlah potensi ekonomi sebagai dampak ikutan. Di situ menjadi peluang kerja sama antara daerah penghasil dengan daerah penyangga IKN. Salah satunya Kota Balikpapan. “Berikutnya mereka siap menindaklanjuti kerja sama hasil pertanian tersebut,” tambahnya. (MAN)
Discussion about this post